ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko Airlangga: 17 Kilang BBM Dibangun di Indonesia, Bukan Amerika

Senin, 28 Juli 2025 | 21:46 WIB
AS
MK
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: MBK
Kilang Minyak Balikpapan atau CDU IV Kilang Balikpapan.
Kilang Minyak Balikpapan atau CDU IV Kilang Balikpapan. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com — Pemerintah akan membangun 17 unit kilang minyak berskala kecil (small refinery) sebagai bagian dari kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat (AS). Kilang minyak ini, seluruhnya akan dibangun di wilayah Indonesia, bukan di Amerika.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi ketahanan energi nasional dan upaya menekan biaya logistik energi yang selama ini membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa arahan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan agar produksi bahan bakar minyak (BBM) lebih merata dan efisien secara distribusi.

ADVERTISEMENT

“Kita tidak membangun refinery di Amerika, tapi membangun refinery di Indonesia. Sifatnya small refinery. Karena itu Pak Presiden mengarahkan kebutuhan itu dipecah,” ungkap Airlangga pada acara diskusi Investor Daily Roundt Table Talk di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (28/7/2025).

Menurut Airlangga, pembangunan kilang akan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Indonesia Timur, untuk mendukung efisiensi logistik dan mengurangi ketergantungan pada kilang terpusat.

“Daripada kita membangun satu atau dua refinery, Indonesia adalah negara kepulauan. Maka lebih efisien kalau produk-produk ini disebar di 17 daerah,” ujarnya.

Proyek ini juga merupakan bagian dari kesepakatan antara Indonesia–Amerika Serikat yang menghasilkan penurunan tarif resiprokal dari 32% menjadi 19%. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan membeli teknologi engineering, procurement, and construction (EPC) dari perusahaan AS.

“Pak Presiden mengarahkan kebutuhan itu dipecah, tidak disatu. Logistiknya akan lebih murah, lebih mudah, dan lebih efisien. Yang dibeli di Amerika adalah EPC-nya, engineering, procurement, dan construction,” ungkap Airlangga.

Pemerintah berharap proyek 17 mini refinery ini dapat meningkatkan kapasitas produksi BBM domestik, memperkuat cadangan energi nasional, serta menyerap investasi dan tenaga kerja lokal. “Kalau kita mau swasembada energi, maka produk refinery atau BBM itu harus kita produksi sendiri," pungkasnya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertamina Akhirnya Kembali Diizinkan Ambil Minyak di Venezuela

Pertamina Akhirnya Kembali Diizinkan Ambil Minyak di Venezuela

EKONOMI
Miliarder Nigeria Ingin Bangun Kilang Minyak di Kenya

Miliarder Nigeria Ingin Bangun Kilang Minyak di Kenya

EKONOMI
Gencatan Senjata, Iran Targetkan Pulihkan Kilang dalam 2 Bulan

Gencatan Senjata, Iran Targetkan Pulihkan Kilang dalam 2 Bulan

EKONOMI
Bangladesh Pangkas Jam Kerja demi Hemat Energi

Bangladesh Pangkas Jam Kerja demi Hemat Energi

INTERNASIONAL
Group Bakrie Temukan Cadangan Minyak Baru

Group Bakrie Temukan Cadangan Minyak Baru

EKONOMI
Langit Teheran Menghitam, Hujan Beracun Turun Usai Kilang Diserang AS

Langit Teheran Menghitam, Hujan Beracun Turun Usai Kilang Diserang AS

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon