ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kejar Emisi Nol Bersih, Transportasi di Pertambangan Jadi Sorotan

Rabu, 30 Juli 2025 | 11:57 WIB
BI
H
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: HE
Ilustrasi pertambangan.
Ilustrasi pertambangan. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Upaya Indonesia mewujudkan net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih menghadapi tantangan berat, khususnya di sektor pertambangan. Salah satu sorotan utama adalah masih dominannya penggunaan kendaraan operasional tambang berbahan bakar fosil yang beremisi tinggi.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar menilai kondisi ini membuat sektor tambang menjadi penyumbang emisi besar, terlebih dengan meningkatnya aktivitas pertambangan, terutama batu bara.

“Sangat berat menerapkan upaya NZE di pertambangan. Saat ini pertambangan batu bara berjalan dengan sangat ekspansif, bahkan tiap tahun naik produksi. Sedangkan operasi pertambangan juga masih menjadi sumber emisi besar. Kendaraan dan alat berat masih menggunakan BBM energi fosil yang beremisi tinggi," kata Bisman Bakhtiar kepada Beritasatu.com, Rabu (30/7/2025).

ADVERTISEMENT

Bisman menambahkan, pemerintah sebenarnya telah melakukan sejumlah langkah untuk mendorong transisi energi. Namun, percepatan pencapaian NZE masih terhambat lantaran Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) belum kunjung disahkan.

“Sudah lebih dari 5 tahun dibahas oleh DPR dan pemerintah, tetapi tidak selesai,” kata Bisman.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira juga menyoroti perlunya transisi transportasi tambang menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, perusahaan tambang wajib melakukan reforestasi atau penanaman kembali lahan pascatambang serta beralih secara bertahap menggunakan energi baru terbarukan (EBT) seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Pemerintah perlu memberikan insentif fiskal dan kemudahan perizinan untuk tambang yang mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), reforestasi, atau elektrifikasi alat berat,” kata Anggawira.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon