The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Global Anjlok 1,5 Persen
Kamis, 31 Juli 2025 | 08:26 WIB
London, Beritasatu.com - Harga emas anjlok lebih dari 1 persen karena The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan. Sementara itu, data ekonomi AS yang kuat semakin meredupkan daya tarik aset safe haven.
Harga emas spot turun 1,5 persen menjadi US$ 3.275,92 per ons. Sementara harga emas berjangka AS ditutup melemah 0,8 persen menjadi US$ 3.352,8.
The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan dan hanya memberikan sedikit indikasi kapan suku bunga akan diturunkan. Hal ini pun memicu perbedaan pendapat dari dua gubernur bank sentral AS.
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral belum membuat keputusan apakah suku bunga akan turun pada September, seperti perkiraan banyak pelaku pasar. Menurut Powell, risiko penurunan terhadap pasar tenaga kerja masih jelas terlihat.
"Powell tetap pada pendiriannya karena ia lebih fokus mengendalikan inflasi daripada mengkhawatirkan ketenagakerjaan," kata, analis logam independen, Tai Wong, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (31/7/2025).
"Dolar AS melonjak, memberikan tekanan tambahan pada emas meskipun emas batangan masih bertahan. Retracement yang lebih dalam mungkin terjadi, hal itu kemungkinan akan menahan pembeli karena argumen umum penguatan dolar AS membebani emas,” jelas dia.
Ahli strategi komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, mencatat bahwa semakin keras pemerintahan Trump menyuarakan ketidaksukaannya terhadap kebijakan saat ini, semakin besar kemungkinan hal itu akan mendorong harga emas.
Perak spot turun 3,2 persen menjadi US$ 36,97 per ons, mencapai level terendah hampir tiga minggu. Platinum turun 6,6 persen menjadi US$ 1.303,19, level terendah sejak 24 Juni, sementara paladium turun 4,9 persen menjadi US$ 1.196,75.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




