ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengusaha Keluhkan Kuota Pembangunan PLTS Atap

Kamis, 31 Juli 2025 | 15:35 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
VP of Operations Xurya Daya Energi Philip Effendy
VP of Operations Xurya Daya Energi Philip Effendy (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku usaha pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap mengungkapkan tantangan bisnis industri. Adanya penerapan kuota untuk pembangunan PLTS Atap dapat menghambat transisi energi bersih.


VP of Operations Xurya Daya Energi Philip Effendy mengatakan, PLTS Atap di Indonesia sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Masyarakat maupun pelaku usaha pun antusias untuk menggunakan listrik dari energi matahari ini.


Namun, Philip menyebutkan bahwa aturan kuota pembangunan PLTS Atap ini telah menjadi polisi tidur bagi industri. Kuota yang terlalu sedikit tidak cukup untuk menjawab permintaan dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Padahal, apabila kuota itu dikembangkan bukan dihilangkan, maka laju transisi energi ini bisa lebih cepat dan saya rasa masyarakat siap mendukung PLTA dalam kapasitas pribadi ataupun bekerja sama dengan developer seperti kami," ujar Philip saat ditemui di Mini Studio Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota Plataran Jakarta, Kamis (31/7/2025).


Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan kuota untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk periode 2024-2028.


Pada 2024, kuota PLTS atap ditetapkan sebesar 901 megawatt (MW) dan 2025 kuotanya ditetapkan 1.004 MW. Lalu, untuk 2026 sebesar 1.065 MW, kemudian sebesar 1.183 MW pada 2027 dan sebesar 1.593 MW pada 2028.

Kendati dihadapkan tantangan, Philip berujar, Xurya Daya tetap berkomitmen mengembangkan PLTS atap di Indonesia. Dalam 2 tahun ke depan, pihaknya menargetkan kapasitas setengah giga dapat terbangun. Sampai akhir tahun ini, Xurya Daya menargetkan pembangunan di 250-300 lokasi.


“Kami akan coba terus kembangkan, satu demi satu, atap demi atap, skala kecil skala besar akan kami kombinasikan, dan pasti bisa tercapai,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bupati Gresik hingga Gubernur NTT Terima Penghargaan di EMF 2025

Bupati Gresik hingga Gubernur NTT Terima Penghargaan di EMF 2025

NUSANTARA
Gubernur NTT Ajak Anak Muda Terlibat Atasi Ketimpangan Akses Energi

Gubernur NTT Ajak Anak Muda Terlibat Atasi Ketimpangan Akses Energi

EKONOMI
Pemerataan Listrik ke Desa, Gubernur NTT Dorong Pembentukan UPT EBT

Pemerataan Listrik ke Desa, Gubernur NTT Dorong Pembentukan UPT EBT

NUSANTARA
Percepat Zero Emission, RUU Energi Baru Terbarukan Harus Dikebut

Percepat Zero Emission, RUU Energi Baru Terbarukan Harus Dikebut

EKONOMI
Bertemu Sri Mulyani, ESDM Sebut Minerba Sumbang Rp 400 T ke Kas Negara

Bertemu Sri Mulyani, ESDM Sebut Minerba Sumbang Rp 400 T ke Kas Negara

EKONOMI
5.400 Desa Belum Teraliri Listrik Jadi Tantangan Kementerian ESDM

5.400 Desa Belum Teraliri Listrik Jadi Tantangan Kementerian ESDM

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon