AS Jadi Penyumbang Terbesar Surplus Dagang RI Semester I 2025
Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 19,48 miliar sepanjang semester I 2025. Dari jumlah tersebut, Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara penyumbang surplus nonmigas terbesar.
“Surplus dengan Amerika Serikat (AS) mencapai US$ 9,92 miliar selama Januari hingga Juni 2025,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di kantor BPS, Jumat (1/8/2025).
Nilai ekspor Indonesia ke AS selama periode tersebut mencapai US$ 14,79 miliar, sementara impor dari AS sebesar US$ 4,87 miliar. Komoditas penyumbang surplus terbesar yakni mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya (US$ 2,19 miliar), pakaian dan aksesoris rajutan (US$ 1,28 miliar), serta alas kaki (US$ 1,27 miliar).
India menjadi negara penyumbang surplus terbesar kedua dengan nilai US$ 6,64 miliar. Nilai ekspor ke India tercatat sebesar US$ 8,97 miliar dan impor sebesar US$ 2,33 miliar.
Surplus terutama berasal dari bahan bakar mineral (US$ 2,96 miliar), lemak dan minyak hewani/nabati (US$ 1,55 miliar), serta besi dan baja (US$ 670 juta).
Posisi ketiga ditempati oleh Filipina, dengan surplus perdagangan sebesar US$ 4,36 miliar. Ekspor ke Filipina mencapai US$ 5,12 miliar dan impor senilai US$ 760 juta. Kontributor utama surplus ini adalah kendaraan dan bagiannya (US$ 1,42 miliar), bahan bakar mineral (US$ 1,16 miliar), serta lemak dan minyak hewani/nabati (US$ 470 juta).
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari-Juni 2025 mencapai US$ 135,41 miliar, sementara nilai impor sebesar US$ 115,94 miliar.
Komoditas nonmigas yang paling berkontribusi terhadap surplus adalah lemak dan minyak hewani/nabati (US$ 15,74 miliar), bahan bakar mineral (US$ 13,28 miliar), besi dan baja (US$ 9,04 miliar), nikel dan produknya (US$ 3,99 miliar), serta alas kaki (US$ 3,18 miliar).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




