ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Juni, Neraca Perdagangan Surplus US$ 480 Juta

Rabu, 15 Juli 2015 | 13:22 WIB
RA
WP
WP
Ilustrasi aktivitas bongkar muat di pelabuhan
Ilustrasi aktivitas bongkar muat di pelabuhan (Antara/Pradita Utama)

Jakarta - Transaksi perdagangan Indonesia bulan Juni 2015 mencatat surplus sebesar US$ 0,48 miliar atau US$ 480 juta. Hal itu terlihat dari selisih nilai ekspor yang mencapai US$ 13,44 miliar dibandingkan impor US$ 12,96 miliar. Secara kumulatif transaksi perdagangan Januari-Juni 2015 juga surplus US$ 4,35 miliar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan, Rabu (15/7), ekspor Juni mengalami peningkatan sebesar 5,91 persen dibanding ekspor Mei 2015. Sementara bila dibanding Juni 2014 mengalami penurunan sebesar 12,78 persen. Sedangkan impor Juni naik 11,63 persen dibanding Mei 2015. Namun jika dibanding Juni 2014 turun 17,42 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2015 mencapai US$ 78,29 miliar atau menurun 11,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 68,30 miliar atau menurun 6,62 persen. Adapun untuk impor, secara kumulatif nilai impor Januari–Juni 2015 mencapai US$ 73,94 miliar atau turun 17,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$ 13,10 miliar (turun 39,91 persen) dan nonmigas US$ 60,84 miliar (turun 10,7 persen). "Dengan demikian, secara kumulatif transaksi perdagangan Januari-Juni 2015 masih surplus US$ 4,35 miliar," demikian dikutip data BPS.

Ekspor nonmigas Juni 2015 mencapai US$ 11,98 miliar, naik 5,87 persen dibanding Mei 2015, sementara bila dibanding ekspor Juni 2014 turun 5,06 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 261,7 juta (17,01 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 139,3 juta (23,63 persen).

ADVERTISEMENT

Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Juni 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,38 miliar, disusul Tiongkok US$ 1,23 miliar dan Jepang US$ 1,11 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,09 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,39 miliar.

Adapun impor nonmigas Juni 2015 mencapai US$ 10,39 miliar atau naik 8,95 persen dibanding Mei 2015, namun turun 15,58 persen dibanding Juni 2014. Impor migas Juni 2015 mencapai US$ 2,58 miliar atau naik 23,89 persen dibanding Mei 2015, sebaliknya turun 24,06 persen dibanding Juni 2014.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Surplus Neraca Perdagangan Capai US$ 2,23 M Didukung Ekspor Industri

Surplus Neraca Perdagangan Capai US$ 2,23 M Didukung Ekspor Industri

EKONOMI
Durian RI Makin Masif Masuk ke China

Durian RI Makin Masif Masuk ke China

LIFESTYLE
Sarung Batik Kudus Tembus Ekspor, Penjualan Naik Drastis Saat Lebaran

Sarung Batik Kudus Tembus Ekspor, Penjualan Naik Drastis Saat Lebaran

JAWA TENGAH
Pemerintah Harus Perkuat Diplomasi ke Eropa demi Kinerja Ekspor

Pemerintah Harus Perkuat Diplomasi ke Eropa demi Kinerja Ekspor

EKONOMI
Kawasan Industri Tematik Solusi Tarik Investasi

Kawasan Industri Tematik Solusi Tarik Investasi

EKONOMI
Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji, KKP Targetkan Ekspor Ikan ke Arab Saudi

Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji, KKP Targetkan Ekspor Ikan ke Arab Saudi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon