Wall Street Melemah Diserang Aksi Jual Saham Teknologi
Jumat, 22 Agustus 2025 | 07:35 WIB
New York, Beritasatu.com - Indeks utama Wall Street melemah karena investor mengkhawatirkan pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve yang dapat memicu volatilitas pasar.
Semua mata tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole saat Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan berpidato. Para investor akan memantau pidatonya untuk mendapatkan petunjuk tentang pemotongan suku bunga Amerika Serikat (AS).
"Kami masih memiliki sekitar 80% kemungkinan bahwa Fed akan memangkas suku bunga, tetapi kemungkinan itu juga sekarang dipertanyakan," kata kepala strategi investasi CFRA Research, Sam Stovall, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (22/8/2025).
Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 152,81 poin atau 0,34% menjadi 44.785,50, indeks S&P 500 (SPX) turun 25,61 poin atau 0,40% menjadi 6.370,17, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 72,54 poin atau 0,34%, menjadi 21.100,31.
Sembilan dari 11 sektor S&P 500 melemah, dipimpin oleh sektor barang konsumsi pokok, yang turun 1,18% setelah Walmart (WMT.N) gagal mencapai estimasi laba kuartalan dan menandai biaya yang lebih tinggi akibat tarif Trump.
Aksi jual saham teknologi awal pekan ini menjadi salah satu penyebab indeks melemah dengan saham Nvidia (NVDA.O), Meta (META.O), Amazon.com (AMZN.O), dan Advanced Micro Devices (AMD.O) tetap melemah.
Di antara penggerak pasar lainnya, saham Coty (COTY.N) anjlok 21,4% setelah produsen produk kecantikan tersebut memperkirakan penjualan kuartal berjalan yang lebih rendah karena belanja AS yang lemah.
Saham yang turun jumlahnya lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,6 banding 1 di NYSE. Terdapat 124 harga tertinggi baru dan 46 harga terendah baru di NYSE.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




