BBNI Jadi Primadona, Dana Rp 200 Triliun Dorong Saham Makin Atraktif
Senin, 15 September 2025 | 08:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berpotensi menguat setelah mendapat katalis positif dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di bank himbara. Tambahan likuiditas ini dinilai akan mendorong net interest margin (NIM) BBNI, sehingga profitabilitas perseroan berpeluang meningkat.
Keunggulan lain BBNI adalah valuasi sahamnya yang relatif murah dibandingkan tiga bank besar lain, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Kondisi ini memberi peluang lebih besar bagi penguatan harga saham BBNI.
Menurut riset Verdhana Sekuritas Indonesia, suntikan dana Rp 200 triliun akan meningkatkan kelebihan likuiditas bank Himbara hingga 37%. Hal ini mengurangi ketergantungan terhadap dana pihak ketiga (DPK) berbunga tinggi, sehingga menekan biaya dana.
“Bagi kami, BBNI akan diuntungkan besar dari penempatan likuiditas pemerintah, lantaran NIM masih rendah,” tulis Verdhana pada Minggu (14/9/2025).
Saat ini, total kelebihan likuiditas bank Himbara mencapai Rp 435 triliun, terdiri dari BNI Rp 117 triliun, BRI Rp 190 triliun, Mandiri Rp 97 triliun, dan BSI Rp 31 triliun. Dengan tambahan dana pemerintah, margin bunga bersih diperkirakan stabil, sehingga laba bersih bank terjaga.
Kementerian Keuangan mengalokasikan masing-masing Rp 55 triliun untuk BBNI, BMRI, dan BBRI. Dana ini dapat dimanfaatkan untuk menggarap segmen kredit dengan margin tinggi. Verdhana menilai, BBNI akan mendapat keuntungan lebih besar lantaran NIM bank tersebut masih rendah.
Selain itu, BBNI tidak terlalu terpengaruh penurunan anggaran subsidi bunga dalam RAPBN 2026 yang dipangkas menjadi Rp 42 triliun dari Rp 44 triliun. Sebaliknya, BBNI justru akan diuntungkan oleh turunnya imbal hasil SBN dan biaya dana yang tetap terkendali.
Dari sisi valuasi, saham BBNI tercatat paling murah. Price to book value (PBV) BBNI hanya 1 kali, jauh di bawah BBCA (4,1 kali), BMRI (1,8 kali), dan BBRI (2 kali).
Dengan mempertahankan rekomendasi buy, Verdhana menetapkan target harga BBNI di level Rp 6.100 per saham, setara PBV 2025 sebesar 1,3 kali. Pada perdagangan Jumat (12/9/2025), saham BBNI melanjutkan reli dengan kenaikan 2,2% ke Rp 4.520.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




