Diborong Elon Musk Rp 15,3 Triliun, Saham Tesla Langsung Melejit 6%
Senin, 15 September 2025 | 22:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Elon Musk membeli sekitar 2,5 juta saham Tesla dengan nilai mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 15,3 triliun. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kepercayaan diri Musk terhadap masa depan produsen mobil listrik tersebut.
Seperti dilansir dari BBC, kabar pembelian saham ini membuat harga Tesla naik lebih dari 6% pada awal perdagangan Senin (15/9/2025).
Musk sebelumnya telah memiliki sekitar 13% kepemilikan saham, tetapi ia berulang kali menyatakan ingin menguasai lebih banyak porsi kendali di perusahaan yang tengah fokus pada robotaksi, otomasi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dewan direksi Tesla belum lama ini mengajukan rencana kompensasi bernilai hampir US$ 1 triliun, yang bisa memberi Musk tambahan 12% saham jika target tertentu tercapai. Selain itu, bulan lalu ia juga diganjar paket saham senilai US$ 29 miliar sebagai penghargaan sementara, menyusul batalnya skema kompensasi 2018 akibat gugatan hukum.
Rencana kompensasi tersebut muncul setelah Musk menuntut kepemilikan 25% saham Tesla, bahkan sempat mengancam akan meninggalkan perusahaan bila permintaannya tidak dipenuhi.
Pembelian saham pada Jumat lalu merupakan aksi beli pertama Musk di pasar terbuka sejak 2020, yang kemudian diungkap dalam dokumen resmi pada Senin. Aksi ini memperlihatkan keseriusannya menjaga kepemilikan di Tesla, meski perusahaan tengah menghadapi tekanan penjualan di tengah persaingan ketat dan berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat (AS).
Selain tantangan bisnis, citra Tesla juga terdampak oleh sikap politik Musk yang semakin kontroversial. Ia sempat mendukung Donald Trump pada pemilu 2024, sebelum hubungan keduanya memburuk pada awal 2025. Musk juga mendapat kritik di Inggris setelah ikut berpidato secara daring dalam acara kelompok sayap kanan, hingga pemerintah setempat menudingnya menggunakan bahasa provokatif.
Dewan Tesla menegaskan skema kompensasi Musk sebagian ditujukan untuk memastikan keterlibatannya di dunia politik bisa berkurang, sehingga fokus kembali ke perusahaan. Ketua dewan Robyn Denholm menyatakan bahwa urusan politik pribadi Musk merupakan ranahnya sendiri, namun ia tetap dinilai sosok tepat untuk memimpin Tesla di masa transformasi besar-besaran ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




