Dirut Antam Beberkan Alasan Stok Emas Batangan Sempat Langka
Senin, 29 September 2025 | 17:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Kawendra Lukistian, mempertanyakan kelangkaan stok emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di sejumlah butik emas. Ia menilai kondisi ini berpotensi mengindikasikan ada permainan harga.
“Saya dapat kabar dari teman-teman, kalau cari stok emas susah. Cuma bisa 20% paling, kan kalau begini permainan, nunggu harga segala macam. Ini kan nyumbang inflasi gila-gilaan kalau begini. Coba dicek. Mungkin anak buah bapak (dirut Antam),” kata Kawendra dalam rapat bersama Komisi VI DPR di Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Antam Achmad Ardianto, menjelaskan bahwa stok emas yang benar-benar dikuasai perusahaan hanya 30%, sementara 70% dikelola mitra atau wholesaler.
“Jadi tidak 100% 43 ton itu uangnya Antam, itu 70% adalah wholesaler yang membeli ke Antam. Nah, sedangkan stok yang dikuasai Antam maksimum 30%,” ujar Achmad.
Ia menambahkan, dari 30% stok tersebut, distribusi langsung dilakukan ke 15 butik Antam di seluruh Indonesia. Namun, permintaan emas yang tinggi dari masyarakat membuat stok cepat terserap.
“Sekarang ini saya bisa katakan bahwa stok kita sangat tergantung dari pemesanan. Jadi artinya kita tidak punya inventory yang cukup sebenarnya. Karena begitu kita simpan emas kalau tidak ada kepastian penjualan maka kita terekspos dengan risiko,” jelasnya.
Sementara itu, harga emas Antam pada perdagangan Senin (29/9/2025) tercatat naik Rp 7.000 menjadi Rp 2,198 juta per gram. Harga ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) emas Antam. Sementara, untuk harga buyback emas Antam juga meningkat Rp 7.000 menjadi Rp 2,045 per gram.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




