ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bapanas Ungkap Strategi Program Lumbung Pangan Nasional 2045

Selasa, 30 September 2025 | 18:33 WIB
MF
MK
Penulis: Muhammad Farhan | Editor: MBK
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (Beritsatu.com/Muhammad Farhan)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan kesiapan program lumbung pangan nasional yang ditargetkan terwujud pada 2045. Program jangka panjang ini menjadi bagian dari visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan target menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, persiapan program tersebut sudah mulai dilakukan sejak Presiden Prabowo menjabat setahun terakhir. Ia menekankan bahwa program besar ini membutuhkan waktu dan persiapan matang.

“Ini kan program jangka panjang, jadi lumbung pangan dunia 2045. Pak Presiden sudah sampaikan di PBB bahwa Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Arief, Selasa (30/9/2025).

ADVERTISEMENT

Arief menambahkan, dalam rapat koordinasi terbatas Kemenko Pangan pada Senin (29/9/2025), PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menyatakan siap mengembangkan program lumbung pangan mulai dari hulu hingga hilir.

“Dirut Agrinas menyampaikan kepada saya bahwa sawah, pascapanen, hingga pabriknya sedang dipersiapkan,” jelas Arief.

Untuk pembibitan, Arief menyebut tugas tersebut akan ditangani Kementerian Pertanian sebagai pelaksana teknis. Menurutnya, setiap aspek harus dipastikan berjalan, mulai dari lahan, bibit, pupuk, air, alsintan, petani, pascapanen, hingga penyimpanan.

Diketahui, Presiden Prabowo menyampaikan gagasan besar Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dalam pidato perdananya di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan Indonesia sedang memperkuat rantai pasok, meningkatkan produktivitas petani, dan berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim.

Data neraca pangan nasional yang diperbarui setiap bulan oleh Bapanas menunjukkan beberapa komoditas sudah mencukupi kebutuhan domestik tanpa impor. Misalnya, produksi telur ayam 2025 diperkirakan 6,5 juta ton dengan kebutuhan 6,2 juta ton. Daging ayam mencapai 4,2 juta ton per tahun, melampaui konsumsi 3,8 juta ton.

Untuk cabai, produksi tahunan cabai besar diperkirakan 1,4 juta ton dan cabai rawit 1,6 juta ton, sedangkan kebutuhan hanya sekitar 876.000 hingga 958.000 ton. Sementara produksi bawang merah mencapai 1,3 juta ton dengan kebutuhan 1,1 juta ton. Pada semester I 2025, ekspor bawang merah tercatat 128 ton, dan di semester II ditargetkan ekspor tambahan 5.000 ton.

“Untuk beras, proyeksi sampai Oktober produksinya 31 juta ton. Lalu November dan Desember diperkirakan tambahan 1,5 sampai 1,8 juta ton. Artinya kita masih surplus hampir 3 juta ton. Semoga tidak ada gangguan besar seperti bencana, hama, atau curah hujan berlebih,” tandas Arief.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PKB Desak Langkah Darurat Atasi Dampak Banjir di Lumbung Pangan

PKB Desak Langkah Darurat Atasi Dampak Banjir di Lumbung Pangan

NASIONAL
1 Tahun Prabowo-Gibran: Lumbung Pangan bagi Ketahanan Nasional

1 Tahun Prabowo-Gibran: Lumbung Pangan bagi Ketahanan Nasional

B-PLUS
Bapanas Dorong Swasembada Pangan dari Tingkat Desa

Bapanas Dorong Swasembada Pangan dari Tingkat Desa

EKONOMI
Bapanas Ingatkan Perkuat Cadangan Pangan hingga Level Kabupaten

Bapanas Ingatkan Perkuat Cadangan Pangan hingga Level Kabupaten

EKONOMI
Strategi Pemkab Konawe untuk Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Strategi Pemkab Konawe untuk Menjadi Lumbung Pangan Nasional

NUSANTARA
Panen Perdana di Wanam, Satgas Pangan: Papua Siap Jadi Lumbung Padi

Panen Perdana di Wanam, Satgas Pangan: Papua Siap Jadi Lumbung Padi

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon