Apple Dekati Akuisisi Startup AI Prompt demi Perkuat Visi Komputer
Minggu, 12 Oktober 2025 | 05:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Apple Inc dilaporkan tengah berada pada tahap akhir negosiasi untuk mengakuisisi Prompt AI, sebuah perusahaan rintisan yang fokus pada pengembangan teknologi visi komputer (computer vision).
Melansir CNBC, Minggu (11/10/2025), langkah ini menjadi bagian dari strategi Apple memperkuat divisi artificial intelligence (AI), khususnya dalam menghadirkan fitur AI yang lebih canggih pada ekosistem perangkatnya.
Akuisisi tersebut mencakup perekrutan para insinyur dan pengambil alih teknologi inti Prompt AI. Para pimpinan perusahaan rintisan itu telah memberi tahu karyawan mengenai transaksi yang akan datang dalam rapat internal.
Perusahaan yang beranggotakan 11 orang ini juga sempat menarik perhatian sejumlah perusahaan besar lain, termasuk xAI dan Neuralink milik Elon Musk. Namun, Apple tampaknya menjadi pihak yang paling serius dalam proses akuisisi.
Prompt AI berdiri pada 2023 dan berhasil mengumpulkan pendanaan awal senilai US$ 5 juta dari AIX dan Abstract Ventures. Didirikan oleh Tete Xiao, peneliti AI lulusan PhD ilmu komputer dari UC Berkeley, serta Trevor Darrell, pendiri Berkeley Artificial Intelligence Research (BAIR), perusahaan ini dikenal karena aplikasi unggulannya, Seemour.
Aplikasi Seemour memanfaatkan teknologi pengenalan visual yang memungkinkan kamera keamanan rumah mengenali manusia, hewan, dan objek tertentu, kemudian memberikan peringatan berbasis teks terkait aktivitas mencurigakan.
Namun, menurut laporan internal, Prompt AI memutuskan menghentikan layanan Seemour karena model bisnisnya dianggap kurang berkelanjutan, meski teknologinya dinilai sukses secara teknis. Para pengguna akan diberi pemberitahuan bahwa seluruh data mereka akan dihapus dengan aman.
Langkah Apple mengakuisisi Prompt AI sejalan dengan tren acquihire di Silicon Valley, dengan perusahaan besar merekrut startup kecil demi mendapatkan talenta dan teknologi unggul tanpa harus melakukan akuisisi besar-besaran yang berisiko secara regulasi.
Namun, kesepakatan ini jauh lebih kecil dibandingkan langkah serupa oleh raksasa lain seperti Meta yang berinvestasi US$ 14,3 miliar di Scale AI, atau Google yang menggelontorkan US$ 2,4 miliar untuk mengakuisisi tim inti Windsurf.
Selama ini, Apple dikenal enggan melakukan akuisisi besar. Pembelian terbesarnya tercatat pada 2014, ketika perusahaan tersebut membeli Beats Electronics senilai US$ 3 miliar. Biasanya, Apple lebih memilih mengakuisisi tim kecil secara diam-diam untuk memperkaya inovasi internalnya.
Analis menilai, strategi konservatif ini menjadi salah satu alasan Apple tertinggal dalam perlombaan AI dibandingkan pesaingnya. Saham Apple tercatat turun sekitar 2% sepanjang tahun ini dan jadi kinerja terburuk di antara kelompok big tech.
Meski proyek Apple Intelligence belum mendapat sambutan positif, perusahaan asal AS itu disebut berhasil dalam teknologi visi komputer, terutama lewat perangkat Vision Pro dan kemampuan iPhone dalam mengenali objek dan wajah.
Teknologi dan talenta dari Prompt AI diperkirakan akan memperkuat lini HomeKit, sistem rumah pintar Apple yang tengah dikembangkan agar lebih cerdas dan terintegrasi dengan fitur AI masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




