ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Istana Kaji Usulan agar Bulog Naik Status Jadi Setingkat Kementerian

Senin, 13 Oktober 2025 | 07:57 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai menghadiri rapat terbatas dipimpin Presiden Prabowo di kediaman Kertanegara, Jakarta, Minggu 12 Oktober 2025 malam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai menghadiri rapat terbatas dipimpin Presiden Prabowo di kediaman Kertanegara, Jakarta, Minggu 12 Oktober 2025 malam. (Antara/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta, Beritasatu.com – Istana Kepresidenan menyatakan akan menelaah usulan dari anggota Komisi IV DPR RI yang menginginkan status Perum Bulog ditingkatkan menjadi lembaga setingkat kementerian. Tujuannya, agar lembaga tersebut dapat bekerja lebih mandiri dan tidak terhambat birokrasi dalam distribusi pangan pokok.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, usulan tersebut akan dikaji terlebih dahulu oleh pemerintah.

‎"Nanti kita kaji ya nanti kita kaji dulu ya. Yang pasti adalah Bulog terus kita perbaiki," kata Prasetyo usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10/2025) malam, dilansir dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat di Komisi IV sebelumnya, sejumlah anggota dewan menilai Bulog perlu dilepaskan dari naungan Kementerian BUMN dan digabung dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk membentuk satu kementerian baru yang lebih efektif dan cepat mengambil keputusan strategis.

Prasetyo, atau akrab disapa Pras, menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, tambahan modal dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan senilai Rp 16,6 triliun pada awal 2025 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan stok beras nasional.

Pada Juli 2025, Bulog mencatat rekor cadangan beras nasional sebesar 4,2 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka.

‎"Alhamdulillah kan kemarin dalam sejarah, salah satu pencapaian yang tertinggi serapan dari Bulog," ujar Pras.

Ia menambahkan, pemerintah berencana menambah lagi alokasi dana untuk mengantisipasi peningkatan produksi beras dan jagung agar Bulog dapat menyerap hasil panen petani secara maksimal.

Berdasarkan data dari laman resmi Kementerian Keuangan, pemerintah akan menyalurkan investasi tambahan sebesar Rp 5,5 triliun kepada Bulog untuk pengadaan cadangan jagung pemerintah (CJP) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2025.

‎"Intinya adalah kita betul-betul, mari semua kita kerja keras untuk memastikan yang paling utama adalah pangan dulu," kata Pras.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

EKONOMI
BPK Dukung Bulog Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Swasembada dan Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung Bulog Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Swasembada dan Tata Kelola Akuntabel

EKONOMI
Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

EKONOMI
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

EKONOMI
Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

EKONOMI
Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon