IHSG Hari Ini 13 Oktober Melemah Terbawa Arus Bursa Global dan Asia
Senin, 13 Oktober 2025 | 10:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/10/2025) pagi. Pelemahan sempat mencapai 1,6% sebelum perlahan bergerak ke level support.
Equity Analyst Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menjelaskan penurunan IHSG hari ini dipengaruhi oleh koreksi bursa Amerika Serikat (AS) dan Asia. Menurutnya, faktor global menjadi pendorong utama karena kondisi ekonomi domestik saat ini cenderung stabil.
"IHSG terkoreksi sesuai dengan sentimen market secara global. Sentimen global akan berdampak pada posisi rupiah. Ini juga yang menjadi pendorong pelemahan IHSG dan kinerja emiten. Jadi, saat ini yang mendukung pelemahan IHSG secara jangka pendek adalah sentimen global," ujar Ratih kepada Beritasatu.com.
Sentimen global yang dimaksud adalah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif sebesar 100% terhadap produk impor asal Tiongkok mulai 1 November 2025. Kebijakan ini merupakan respons terhadap langkah Tiongkok yang memperketat ekspor mineral tanah jarang, komponen penting untuk industri teknologi tinggi, kendaraan listrik, dan radar militer.
Setelah pernyataan Trump, bursa saham AS langsung merespons negatif. Indeks S&P 500 dan Dow Jones masing-masing merosot 2,71% dan 1,90%. Aksi jual juga menular ke bursa Asia, dengan indeks Nikkei melemah 1,01%, Hang Seng terkoreksi 2,34%, dan Shanghai Composite turun 1,01%.
Ratih menilai, saham-saham perbankan berpotensi bergerak di zona merah akibat aksi jual investor asing. Sebaliknya, saham-saham berbasis emas justru berpeluang menguat seiring dengan lonjakan harga komoditas emas dunia.
"Kita lihat saham-saham emas dianggap safe haven. Emas sendiri juga sempat mencapai all time high. Ini bisa dilihat dari harga saham yang menjadi penopang dan cenderung positif dibandingkan saham-saham sektor lain," pungkas Ratih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




