OJK Dorong Kolaborasi Daerah dan Industri Keuangan lewat BIK 2025
Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:44 WIB
Purwokerto, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Rita SuperMall Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan bertajuk Financial Expo 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara OJK, pelaku industri keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Puncak BIK 2025 mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Melalui kegiatan ini, OJK menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat, terutama di daerah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa penyelenggaraan BIK merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Melalui BIK, kami ingin memastikan bahwa seluruh pelaku usaha jasa keuangan aktif memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal kepemilikan rekening, tetapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan taraf hidup,” ujar Friderica yang akrab disapa Kiki.
Kiki menambahkan, OJK terus mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) agar memperluas akses pembiayaan dan kredit dengan cara yang cepat, mudah, serta berkelanjutan. Menurutnya, inklusi keuangan yang sehat tidak hanya memperluas akses, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Kolaborasi antara OJK, pelaku industri, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan inklusi keuangan yang berkualitas. Dengan begitu, masyarakat dapat terlindungi melalui literasi keuangan, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi nyata melalui akses pembiayaan yang bertanggung jawab,” imbuhnya.
Merujuk pada survei ekonomi OECD, Kiki menyebut tingkat literasi dan inklusi keuangan memiliki korelasi erat dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, OJK berkomitmen untuk terus membangun sinergi antara lembaga jasa keuangan, UMKM, serta pemerintah daerah sebagai penggerak ekonomi di wilayah masing-masing.
Acara puncak BIK di Purwokerto turut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Anggota DPRD Banyumas Andrias Kartikosari, Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady, dan Ketua FKIJK Purwokerto Heru Senjaya.
Pameran Financial Expo kali ini menghadirkan berbagai lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, industri keuangan nonbank, serta pasar modal. Selain itu, pameran UMKM juga menampilkan produk unggulan khas Eks Karesidenan Banyumas sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Bulan Inklusi Keuangan yang telah berlangsung sejak September 2025, dan akan berlanjut menuju puncak nasional di Surabaya. Melalui rangkaian kegiatan ini, OJK berharap inklusi keuangan dapat semakin merata dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan di seluruh Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




