ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Tak Setuju Tambah Dana Daerah, Purbaya: Banyak Diselewengkan

Senin, 20 Oktober 2025 | 14:47 WIB
AH
AD
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: AD
Menkeu Purbaya dan Mendagri Tito saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.
Menkeu Purbaya dan Mendagri Tito saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin 20 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah pusat belum akan menambah alokasi dana transfer ke daerah (TKD). Presiden Prabowo Subianto disebut masih ragu untuk menambah dana TKD karena menilai pengelolaan anggaran di sejumlah daerah masih rawan penyelewengan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, keraguan itu muncul karena pemerintah pusat belum melihat perbaikan nyata dalam tata kelola anggaran di tingkat daerah. Menurut dia, kasus penyalahgunaan dana publik masih cukup tinggi sehingga menjadi hambatan utama untuk menambah alokasi transfer ke daerah.

“Sebenarnya kalau saya sih mau aja naikin. Cuma pemimpin di atas (Presiden Prabowo) masih ragu dengan kebijakan itu karena mereka bilang sering diselewengkan uang di daerah,” ujar Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

ADVERTISEMENT

Purbaya mengungkapkan, permintaan penambahan TKD datang dari 18 gubernur yang sempat menyambangi kantornya. Namun, ia meminta seluruh kepala daerah fokus dahulu memperbaiki tata kelola dan efektivitas belanja sebelum pemerintah pusat bisa mengambil keputusan.

“Saya minta ke para gubernur itu, perbaiki dahulu tata kelola dan penyerapan uang daerah. Dua, tiga bulan ke depan saya lihat seperti apa. Kalau bagus, penyelewengan sedikit, saya yakin uang akan lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya,” ujarnya.

Ia menyebut, kuartal I hingga awal kuartal II 2026 akan menjadi masa evaluasi. Jika perbaikan berjalan baik, maka ia siap mengusulkan tambahan anggaran ke Presiden Prabowo

“Kalau jelek, saya enggak bisa ajukan ke atas. Presiden kurang suka rupanya kalau itu, tetapi kalau kita punya bukti bahwa sudah bagus semua, harusnya enggak ada masalah kita naikkan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan hingga kini masih banyak daerah yang dinilai bermasalah dalam pengelolaan anggaran. Temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 menunjukkan masih maraknya jual beli jabatan, gratifikasi, hingga proyek fiktif di BUMD.

“Hampir semua pemerintah daerah masih masuk kategori rentan alias zona merah,” ungkap Purbaya.

Ia menegaskan bahwa penambahan dana daerah hanya mungkin terjadi jika tata kelola publik membaik, pelaksanaan anggaran lebih cepat, dan integritas birokrasi meningkat.

“Saya percaya dengan kerja dan disiplin dan niat yang bersih, kita bisa menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di daerah maupun secara keseluruhan nasional,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

EKONOMI
Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

EKONOMI
Isi 5 Program Kerja Purbaya untuk Dukung Kegiatan Strategis

Isi 5 Program Kerja Purbaya untuk Dukung Kegiatan Strategis

EKONOMI
Purbaya: Belum Tentu Ada Efisiensi Anggaran MBG

Purbaya: Belum Tentu Ada Efisiensi Anggaran MBG

EKONOMI
Punya 5 Program, Purbaya Minta Anggaran Rp 49,8 Triliun

Punya 5 Program, Purbaya Minta Anggaran Rp 49,8 Triliun

EKONOMI
Kejagung Serahkan Rp 51,68 M Aset Eddy Tansil ke Kemenkeu

Kejagung Serahkan Rp 51,68 M Aset Eddy Tansil ke Kemenkeu

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon