Redenominasi Bisa Dorong Minat Investasi Emas
Kamis, 13 November 2025 | 02:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – World Gold Council (WGC) menilai rencana redenominasi rupiah yang digagas pemerintah Indonesia berpotensi memberikan dampak positif terhadap minat investasi emas, meskipun pengaruhnya bersifat tidak langsung.
Kepala Asia Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan, menilai bahwa redenominasi pada dasarnya hanya memangkas angka nol dari nominal harga barang atau aset, sehingga nilai riil aset tetap tidak berubah.
Meski begitu, ia menilai ada peluang dampak sekunder dari kebijakan redenominasi mata uang yang dapat mengarah pada pergerakan positif di sektor investasi.
“Mungkin akan ada efek sekunder di mana investor akan lebih percaya diri terhadap Indonesia sehingga menarik lebih banyak investasi masuk. Karena (redenominasi) bisa menjadi sinyal bahwa inflasi Indonesia makin dalam kendali,” ujar Shaokai.
Bila inflasi makin terkendali, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi nasional bisa ikut terdorong. Progres ini pada akhirnya dapat meningkatkan minat terhadap emas di masa mendatang. “Tapi ini hubungan sekunder, atau bahkan tersier, antara redenominasi dengan permintaan terhadap emas,” tuturnya.
Pemerintah tengah menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) dengan target penyelesaian pada 2027. Penyiapan RUU tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025–2029.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan redenominasi rupiah tidak akan dilakukan tahun ini maupun tahun depan, sebab pelaksanaan kebijakan tersebut berada di bawah kewenangan bank sentral.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa implementasi redenominasi rupiah akan mempertimbangkan waktu yang tepat, dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, serta kesiapan teknis termasuk aspek hukum, logistik, dan teknologi informasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




