Sido Muncul Tegaskan Dukungan Penuh pada Pemerintah, Tepis Isu Kritik Aturan Baru PLTS Atap
Minggu, 30 November 2025 | 17:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul), Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dengan tegas menepis kabar yang menyebutkan bahwa Sido Muncul mengkritik Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2024 mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on-grid. Irwan mengklarifikasi bahwa interpretasi media atas pernyataan manajer perusahaan mengenai potensi pengurangan insentif investasi PLTS atap adalah salah tafsir. Ia menegaskan bahwa Sido Muncul mendukung penuh setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Saya koreksi saja, kami tidak mengkritik. Pokoknya, apa saja yang dilakukan pemerintah, saya dukung. Buat apa mengkritik pemerintah. Pemerintah itu sudah mati-matian berusaha sebaik mungkin,” ujar Irwan saat ditemui di Kantor Sido Muncul, Jumat (28/11/2025).
Isu ini bermula dari partisipasi Manager Energi dan Produksi Sido Muncul, Iwan Setyo Wibowo, sebagai narasumber dalam kegiatan Dialog Perkembangan EBT di Daerah dan Target EBT 2025 – 2030 yang diselenggarakan oleh IESR (Institute for Essential Services Reform) di Semarang pada Rabu, (26/11/2025).
Saat sesi diskusi, Iwan memaparkan pandangan industri terkait kebijakan baru PLTS atap yang diatur dalam Permen ESDM No. 2 Tahun 2024. Iwan mengapresiasi pencabutan pembatasan persentase kapasitas PLTS atap dari 62% menjadi 100%, namun menyoroti dua ketentuan yang dinilai dapat mengurangi insentif bagi industri.
Pertama, dicabutnya mekanisme ekspor-impor listrik, di mana sebelumnya, kelebihan listrik PLTS atap yang dihasilkan saat pabrik libur dapat diekspor ke PLN dan mengurangi tagihan berjalan. Kebijakan baru menghapus mekanisme ini.
Kedua, ketentuan nilai ekonomi karbon (NEK) dari PLTS atap kini menjadi milik pemerintah dan tidak dapat diklaim oleh industri, padahal NEK tersebut sekitar Rp 50.000 per ton CO2 ekuivalen dapat menjadi insentif menarik bagi industri.
“Dua hal ini sebetulnya bisa menjadi insentif menarik bagi industri untuk beramai-ramai memasang PLTS atap, sehingga pada akhirnya bisa mendukung pencapaian target bauran energi pemerintah,” ujar Iwan.
Menanggapi hal tersebut, Irwan menjelaskan bahwa pemaparan yang disampaikan Iwan adalah penyampaian fakta dan realita industri, bukan kritik terhadap pemerintah.
“Dia memaparkan bahwa nanti kalau investasi dikurangi, insentifnya, nanti orang yang berinvestasi di bidang listrik PLTS akan berkurang. Ya, masuk akal. Berkurang karena tidak ada insentif. Tapi, bukan mengkritik,” jelas Irwan.
Irwan menegaskan bahwa komitmen Sido Muncul terhadap lingkungan dan energi bersih tetap menjadi prioritas utama, bahkan jika hal itu berarti mengorbankan insentif atau mengeluarkan biaya yang lebih tinggi.
“Kami menggunakan listrik yang lebih mahal. Kami tidak milih murah. Pokoknya, kita milih yang baik,” ujar Irwan.

Komitmen EBT Sido Muncul terus meningkat. Pada tahun 2022, kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) Sido Muncul mencapai 69%, didominasi oleh Biomassa sebesar 60,87% yang berasal dari limbah jamu. Pada tahun 2023, kontribusi EBT naik signifikan menjadi 89%. Biomassa tetap menjadi pilar utama (60,40%), didukung peningkatan penggunaan Listrik PLN sebesar 24,87% yang sebagian besar bersumber dari REC serta Listrik Surya (PLTS atap) sebesar 3,43%.
Peningkatan ini terus berlanjut, dengan proyeksi tahun 2024 mencapai target EBT sebesar 91%, yang ditopang oleh Biomasa (61,23%) dan Listrik PLN (23,46%).
“Kami itu tidak pernah membuang limbah. 60 persennya dari biomas,” tegas Irwan.
Sido Muncul pun berencana menambah kapasitas PLTS atap sekitar 1 Mega Watt lagi pada tahun depan, demi mencapai target 100% EBT.
“Logikanya apa? Mahal saja kita pakai. Kita milih yang mahal daripada yang murah. Untuk apa? Supaya kepedulian kami terhadap lingkungan itu lebih ditingkatkan. Kami berkomitmen penuh terhadap penggunaan energi terbarukan,” pungkas Irwan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Laboratorium Farmakologi Sido Muncul Diresmikan, Dorong Pengembangan Herbal Berbasis Ilmiah
LIFESTYLEBERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




