Menkeu Purbaya Sebut Bea Cukai Berbenah lewat IT dan AI
Selasa, 16 Desember 2025 | 16:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan progres pembenahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang, Jawa Barat. Fokus utama reformasi diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk mempersempit ruang praktik penyimpangan.
Purbaya menyampaikan bahwa DJBC mulai menunjukkan kemajuan, terutama melalui penguatan sistem teknologi informasi dan modernisasi alat pengawasan di pelabuhan.
“Kita lapor untuk Bea Cukai. Bea Cukai ada kemajuan dari sisi IT dan kita laporkan juga di beberapa pelabuhan kita pasang scanner baru,” ujar Purbaya kepada wartawan di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
Di Pelabuhan Tanjung Priok, DJBC saat ini telah mengoperasikan delapan unit alat pemindai dan akan menambah satu unit lagi. Pemasangan scanner tersebut juga direncanakan diperluas ke sejumlah pelabuhan lain di daerah.
Selain penguatan perangkat fisik, DJBC mulai menerapkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pemeriksaan, khususnya untuk verifikasi harga barang. Sistem ini memungkinkan analisis dilakukan secara otomatis dan dibandingkan langsung dengan harga di marketplace secara real time.
“Nanti di daerah-daerah itu akan kita tarik ke pusat untuk pembanding harganya. Jadi daerah tidak bisa menentukan lagi berapa harga seharusnya. Itu akan mengurangi permainan,” kata Purbaya.
Menurutnya, sensor dan sistem digital akan diprioritaskan di wilayah dengan aktivitas ekonomi besar. Seluruh data akan terintegrasi ke pusat agar pengawasan dapat dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
Penerapan AI juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemeriksaan. Jika sebelumnya pemeriksaan manual hanya mampu memproses sekitar 15 dokumen per hari, sistem berbasis AI memungkinkan percepatan signifikan karena bekerja otomatis. Purbaya menargetkan seluruh sistem AI DJBC dapat beroperasi penuh pada Maret 2026.
Meski reformasi tengah berjalan, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap menyiapkan langkah tegas. Ia memberi waktu satu tahun kepada jajaran Bea Cukai untuk menunjukkan perbaikan nyata.
“Kalau sampai sekitar November tahun depan enggak ada perbaikan, ya kita ganti saja, pakai SGS, dan pegawainya sekitar 16.000 kita rumahkan,” ujarnya.
Namun demikian, Purbaya mengaku optimistis terhadap kapasitas sumber daya manusia DJBC, khususnya di bidang teknologi informasi. Ia menyebut tim IT Bea Cukai mampu mengembangkan sistem AI dalam waktu singkat dan memiliki rekam jejak prestasi.
“Jadi orang kita itu pintar, tinggal digebuk-gebuk aja, diawasi yang betul harusnya gini. Sistemnya diperbaiki sehingga kita lebih efisien,” tandas Purbaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




