ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nelayan Menjerit, Harga Es Batangan Pascabanjir Aceh Naik Rp 100.000

Rabu, 17 Desember 2025 | 11:52 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Nelayan mempersiapkan es batangan atau es balok untuk persiapan melaut.
Nelayan mempersiapkan es batangan atau es balok untuk persiapan melaut. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Harga es batangan di Kabupaten Aceh Barat Daya melonjak drastis hingga mencapai Rp 100.000 per batang akibat padamnya aliran listrik yang telah berlangsung selama 3 pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

"Kondisi ini menambah beban berat nelayan dan pelaku usaha UMKM di Aceh Barat Daya," kata Sekretaris Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (Saka) Erisman dikutip dari Antara, Rabu (17/12/2025).

Ia menyebutkan lonjakan harga es batangan untuk nelayan ini terjadi karena pasokan di daerah berkurang, sehingga harus didatangkan dari luar provinsi khususnya dari Sumatera Utara, menyusul lumpuhnya produksi lokal akibat krisis listrik.

ADVERTISEMENT

“Biasanya harga es hanya Rp 30.000 per batang, kini melonjak lebih dari tiga kali lipat. Ini memberatkan nelayan dan berdampak langsung pada biaya operasional serta harga jual ikan hasil tangkapan,” ujarnya.

Selain nelayan, lanjut dia, pelaku UMKM di Aceh Barat Daya saat ini juga terdampak serius, penyebabnya karena juga terjadi kelangkaan gas LPG subsidi tiga kilogram, sehingga sebagian usaha kecil terpaksa berhenti beroperasi.

Padahal, Aceh Barat Daya bukan daerah yang mengalami bencana, tetapi kondisinya masyarakat ikut terdampak, seperti kelangkaan gas, listrik padam, dan harga es batang untuk kebutuhan nelayan tak terkendali.

"Ini darurat sosial yang harus segera ditangani (oleh pemerintah daerah),” katanya.

Karena itu, dirinya juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera mengambil langkah konkret, termasuk memfasilitasi ketersediaan es batang untuk nelayan dan LPG supaya harganya tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau warga di pedesaan memang bisa beralih ke kayu bakar, tapi bagaimana dengan pelaku usaha dan warga yang bermukim di kota, gas dan es bukan sekadar kebutuhan, tetapi penopang ekonomi rakyat,” pungkas Erisman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Mualem Sebut Aceh Butuh Dana Rp 40 T untuk Pemulihan Pascabencana

Mualem Sebut Aceh Butuh Dana Rp 40 T untuk Pemulihan Pascabencana

NUSANTARA
BNPB Minta Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Rampung dalam 5 Hari

BNPB Minta Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Rampung dalam 5 Hari

NASIONAL
Pembangunan 28.972 Huntap Korban Banjir Aceh, Sumut-Sumbar Dipercepat

Pembangunan 28.972 Huntap Korban Banjir Aceh, Sumut-Sumbar Dipercepat

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon