Harga Perak Melesat 10 Persen Tembus US$ 79
Sabtu, 27 Desember 2025 | 07:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak mencatat lonjakan tajam dan menembus level psikologis baru pada perdagangan Jumat (2/12/2026). Lonjakan perak terjadi di tengah reli logam mulia.
Mengutip CNBC, Sabtu (27/12/2025), harga perak melesat 10,38% hingga mencapai US$ 79 per ons hingga mencatat level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).
Tak hanya perak, harga emas spot juga naik 1,18% ke level US$ 4.532,08 per ons troi setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada level US$ 4.550,12 per ons troi.
Tak hanya perak dan emas, logam mulia lainnya turut mengalami kenaikan tinggi. Harga platinum melonjak 9,06% ke level US$ 2.461,38 per ons dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.473 per ons.
Palladium bahkan mencatat lonjakan lebih tinggi sebesar 12,46% ke US$ 1.941,95 per ons, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru.
Reli tajam perak dan logam mulia lainnya pada akhir 2025 dipicu faktor makroekonomi, struktur pasar, dan fundamental pasokan. Ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat (AS) telah mencapai puncaknya membuat investor kembali memburu aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, seperti perak dan emas.
Pasar kini mengantisipasi dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve pada 2026. Harapan pelonggaran kebijakan tersebut memicu volatilitas tinggi di pasar logam mulia, terutama dalam kondisi likuiditas yang relatif tipis menjelang akhir tahun.
Faktor lain yang turut menopang reli perak adalah pelemahan dolar AS. Indeks dolar dilaporkan bergerak menuju penurunan mingguan, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia berbasis dolar bagi investor global karena harganya menjadi relatif lebih murah.
Selain itu, pasar perak juga dihadapkan pada isu pasokan yang ketat dan potensi defisit, terutama untuk kebutuhan industri. Permintaan perak sebagai bagian dari kerangka mineral kritis untuk transisi energi dan teknologi dinilai terus meningkat, sementara pasokan belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




