Masuki 2026, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman dan Harga Stabil
Kamis, 1 Januari 2026 | 20:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan harga relatif stabil menjelang 2026.
Kondisi tersebut ditopang oleh produksi dalam negeri yang memadai, distribusi yang berjalan lancar, serta pengawasan pasar yang dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi para pedagang yang mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET), sehingga stabilitas harga pangan tetap terjaga dan daya beli masyarakat terlindungi.
“Kepada saudara-saudara yang sudah menjual komoditas pangan di bawah HET, kami ucapkan terima kasih,” kata Amran dilansir dari situs resmi Kementan, Kamis (1/1/2026).
Meski demikian, Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar ketentuan di sektor pangan.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama mengingat stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Dengan demikian, tidak terdapat alasan terjadinya kenaikan harga, khususnya untuk komoditas pangan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula konsumsi.
Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai 3,39 juta ton.
“Saat ini beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik karena produksinya banyak. Hal yang sama juga berlaku untuk gula putih, di mana produksi dalam negeri terus meningkat. Jadi, tidak ada alasan harga naik,” ujar Amran.
Ia menambahkan, pemerintah terus mengawal stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pemantauan intensif serta turun langsung ke lapangan. “Mudah-mudahan semua berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan dalam beberapa hari ke depan,” kata Amran.
Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga pangan rata-rata nasional di pasar tradisional pada Kamis pagi menunjukkan tren melandai.
Perkembangan tersebut mencerminkan adanya penyesuaian pasar setelah peningkatan konsumsi selama libur akhir tahun, meskipun sejumlah komoditas masih bertahan di level yang relatif tinggi.
Untuk komoditas beras kualitas bawah I, harga tercatat di kisaran Rp 14.700 per kilogram dan kualitas bawah II Rp 15.350 per kilogram.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




