Strategi Pemerintah Antisipasi Konflik Venezuela
Selasa, 6 Januari 2026 | 21:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat langkah antisipatif terhadap dinamika geopolitik global, menyusul meningkatnya ketegangan politik di Venezuela.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah peningkatan cadangan strategis minyak nasional sekaligus optimalisasi produksi dalam negeri untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan cadangan strategis minyak dan mengoptimalkan produksi dari sumber dalam negeri. Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan global.
"Peningkatan cadangan strategis dan optimalisasi produksi terus kami lakukan sebagai langkah antisipatif," ujar Dwi Anggia, Selasa (6/1/2026).
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah memanfaatkan berbagai teknologi dan teknik produksi migas, termasuk fracking, enhanced oil recovery (EOR), dan horizontal drilling, guna meningkatkan kapasitas produksi minyak.
Selain itu, pemerintah menawarkan insentif fiskal dan mempercepat proses perizinan bagi investor hulu migas, termasuk mendorong eksplorasi di wilayah frontier yang berpotensi menambah cadangan baru.
ESDM juga mendorong reaktivasi sekitar 4.500 sumur minyak yang sebelumnya tidak aktif (idle) di berbagai daerah sebagai langkah memperkuat pasokan domestik. "Situasi Venezuela terus kami pantau agar langkah antisipatif bisa lebih terukur," ungkap Dwi Anggia.
Di sisi lain, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset mereka di Venezuela tetap aman menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) ke negara tersebut.
PIEP menguasai 71,09% saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki lapangan minyak di Venezuela. PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas untuk memastikan keselamatan pekerja dan kelancaran operasional.
"Sejauh ini tidak ada dampak terhadap aset maupun staf M&P di Venezuela. Semua langkah koordinasi telah dilakukan untuk menjaga operasional tetap normal," kata Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani.
Upaya pemerintah dan PIEP ini menjadi bagian dari komitmen menjaga ketersediaan energi nasional sekaligus memitigasi risiko geopolitik. Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, termasuk Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa Indonesia hingga saat ini belum melihat dampak langsung dari konflik Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) domestik. "Sumber minyak kita berasal dari wilayah lain sehingga kondisi masih stabil," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




