Harga Minyak Naik Tipis ke US$ 64 Hari Ini 19 Januari
Senin, 19 Januari 2026 | 12:09 WIB
Delhi, Beritasatu.com – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Senin (19/1/2026) setelah mencatat kenaikan pada sesi sebelumnya. Penguatan terjadi seiring meredanya ketegangan di Iran yang menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
Minyak mentah acuan Brent diperdagangkan di level US$ 64,19 per barel, naik 6 sen atau 0,09%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Februari 2026 menguat 9 sen atau 0,15% menjadi US$ 59,53 per barel. Sedangkan kontrak Maret yang lebih aktif berada di posisi US$ 59,39 per barel, naik 5 sen atau 0,08%.
Kenaikan harga dipicu oleh meredanya aksi protes di Iran yang sebelumnya memicu kekhawatiran akan intervensi militer Amerika Serikat (AS) terhadap salah satu produsen minyak utama di Timur Tengah. Kondisi tersebut menurunkan premi risiko geopolitik yang sempat mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam 12 minggu terakhir.
Presiden AS Donald Trump juga memberikan sinyal penurunan tensi setelah menyampaikan bahwa Iran membatalkan rencana hukuman mati massal terhadap demonstran, meskipun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait hal tersebut. Situasi ini dinilai memperkecil peluang konflik terbuka yang berpotensi mengganggu aliran minyak global.
Namun, penguatan harga tertahan oleh data persediaan minyak AS yang menunjukkan kenaikan stok minyak mentah sebesar 3,4 juta barel. Angka tersebut berlawanan dengan perkiraan pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan stok, sehingga menambah tekanan dari sisi pasokan.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Venezuela setelah muncul rencana AS untuk memperluas peran dalam industri minyak negara tersebut, termasuk percepatan pemberian izin produksi kepada Chevron. Meski demikian, prospek peningkatan produksi Venezuela dalam waktu dekat dinilai masih terbatas.
Pergerakan harga minyak diperkirakan cenderung terbatas sepanjang hari ini seiring penutupan pasar AS dalam rangka peringatan Martin Luther King Jr Day. Selain itu, pasar juga menyoroti data energi China yang mencatat peningkatan throughput kilang serta produksi minyak mentah pada 2025, keduanya mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




