ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Tradisional di Klaten Sepi Imbas Harga BBM Naik

Jumat, 19 Juni 2026 | 16:37 WIB
JL
JS
Penulis: Joko Laksono | Editor: JJS
Ilustrasi pasar tradisional
Ilustrasi pasar tradisional (Beritasatu.com/Budiman)

Klaten, Beritasatu.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Sejumlah komoditas seperti bawang merah, bawang putih, telur ayam dan beras mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Para pedagang mengaku kenaikan biaya distribusi pasca-naiknya harga BBM menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya harga kebutuhan pokok di tingkat pasar.

Selain itu, turunnya daya beli masyarakat turut memengaruhi harga jual sejumlah komoditas. Bahkan, setelah adanya kenaikan BBM tersebut pasar menjadi sepi pembeli sebagian pedagang memilih menutup kiosnya.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Gedhe Klaten, Karni mengatakan, harga beberapa komoditas mulai merangkak naik sejak sepekan terakhir.

"Setelah harga BBM naik. Dampaknya harga bawang merah, bawang putih, telur, minyak goreng, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya ikut mengalami kenaikan," katanya kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Ia mengungkapkan, harga telur yang semula hanya Rp 25.000  kini naik menjadi Rp 26.000 perkilo, sedangkan bawang putih yang semua Rp 35.000 naik menjadi Rp 40.000 perkilonya.

“Harga barang kemasan juga ikut naik. Kalau beras yang semula Rp 14.000 kini naik menjadi Rp 15.000 perkilo,” ujarnya.

Karni berharap, pemerintah bisa menurunkan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga daya beli masyarakat kembali normal seperti semula.

“Sepertinya saat ini ekonomi sedang tidak baik baik saja. Pasar sepi, daya beli menurun. Saya berharap pemerintah bisa menurunkan kebutuhan pokok,” harapnya.  

Pedagang lainnya, Maria mengaku kenaikan kebutuhan pokok tersebut setelah adanya kenaikan BBM beberapa hari yang lalu. 

“Setelah BBM naik, harga kebutuhan ikut naik. Pasar mulai sepi pembeli. Kalau bisa ya pemerintah tidak menaikan BBM, sehingga jual beli tetap stabil,” katanya.  

Pihak pengelola pasar menyebut stok kebutuhan pokok hingga saat ini masih relatif aman. Namun tidak menutup kemungkinan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga setelah BBM naik.

“Memang ada kenaikan harga mulai beberapa hari ini. Kenaikan harga itu seperti, bawang merah, bawang putih juga cabe, beras. Namun, tidak semua barang naik,” ujar Andarwanto selaku pengelola pasar Gede Klaten.

Andarwanto menambahkan, setelah adanya kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut daya beli masyarakat berkurang, bahkan sebagian kios tutup.

“Daya beli masyarakat berkurang. Memang pasar agak sepi tidak seperti biasanya. Ya, beberapa kios di lantai 3 ini pada tutup karena ya faktor ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penjualan Motor Listrik Indomobil Melonjak setelah Harga BBM Naik

Penjualan Motor Listrik Indomobil Melonjak setelah Harga BBM Naik

OTOTEKNO
Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga BBM

EKONOMI
Bupati Garut Khawatir Kenaikan Harga BBM Tekan Daya Beli Warga

Bupati Garut Khawatir Kenaikan Harga BBM Tekan Daya Beli Warga

JAWA BARAT
Peternak Ayam Petelur Jember Terjepit Hadapi Tekanan Ganda

Peternak Ayam Petelur Jember Terjepit Hadapi Tekanan Ganda

JAWA TIMUR
Harga Pertamax Naik, 400 Jeep Wisata Gunungkidul Terdampak

Harga Pertamax Naik, 400 Jeep Wisata Gunungkidul Terdampak

NUSANTARA
Pertamax Naik ke Rp 16.250, Pedagang Sayur Keliling Menjerit

Pertamax Naik ke Rp 16.250, Pedagang Sayur Keliling Menjerit

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon