IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global 2026 karena Lonjakan Investasi AI
Selasa, 20 Januari 2026 | 07:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan tetap stabil pada 2026, didorong oleh pesatnya investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu mengimbangi tekanan perdagangan global.
Dalam pembaruan laporan World Economic Outlook yang dirilis Senin (19/1/2026), dikutip dari Reuters, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global 2026 menjadi 3,3%. Angka ini naik 0,2 poin persentase dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global 2025 juga diproyeksikan sebesar 3,3%, lebih tinggi 0,1 poin persentase dari estimasi sebelumnya.
IMF juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2027 pada level 3,2%. Revisi kenaikan proyeksi ini telah dilakukan sejak Juli lalu, seiring meredanya ketegangan perdagangan global dan penurunan tarif Amerika Serikat setelah tercapainya sejumlah kesepakatan dagang.
Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyatakan ekonomi global menunjukkan ketahanan yang cukup kuat meski sempat diterpa ketidakpastian akibat perang dagang pada 2025.
“Kami menemukan bahwa pertumbuhan global tetap cukup tangguh,” ujar Gourinchas. Menurutnya, perekonomian dunia mulai pulih dan bahkan melampaui ekspektasi sebelum gejolak tarif dan perdagangan terjadi.
IMF menilai pelaku usaha mampu beradaptasi dengan kebijakan tarif AS yang lebih tinggi melalui penyesuaian rantai pasok. Selain itu, beberapa perjanjian dagang baru turut menurunkan tarif, sementara China mengalihkan ekspornya ke pasar non-AS seperti Asia Tenggara dan Eropa. Dalam proyeksi terbaru, IMF memperkirakan tarif efektif AS berada di kisaran 18,5%, turun dari sekitar 25% pada perkiraan April 2025.
Untuk Amerika Serikat, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 2,4%, naik 0,3 poin persentase dari estimasi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh investasi besar-besaran di sektor AI, termasuk pembangunan pusat data, cip AI berperforma tinggi, dan infrastruktur energi. Namun, proyeksi pertumbuhan AS pada 2027 sedikit diturunkan menjadi 2,0%.
Meski demikian, Gourinchas mengingatkan bahwa lonjakan investasi AI berpotensi memicu tekanan inflasi jika berlangsung terlalu cepat. Di sisi lain, apabila ekspektasi peningkatan produktivitas dan laba dari AI tidak terwujud, pasar berisiko mengalami koreksi yang dapat menekan permintaan global.
Namun, IMF menilai AI tetap menjadi peluang besar bagi perekonomian dunia. Apabila adopsi AI berlangsung cepat dan produktivitas meningkat, pertumbuhan ekonomi global berpotensi terdongkrak hingga 0,3 poin persentase pada 2026 dan antara 0,1 hingga 0,8 poin persentase per tahun dalam jangka menengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




