Pengusaha: Mau Pajak Naik, Pemerintah Harus Perbaiki Iklim Bisnis
Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan pengusaha menilai peningkatan penerimaan pajak sangat bergantung pada perbaikan iklim usaha dan kemampuan pemerintah merespons dinamika ekonomi global. Hal ini menyusul target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang membidik penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp 2.357,7 triliun pada 2026.
Target tersebut dinilai cukup berat mengingat realisasi penerimaan pajak pada 2025 tidak mencapai sasaran, yakni hanya sebesar Rp 1.917,6 triliun.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sarman Simanjorang, mengatakan penerimaan pajak pada 2026 berada dalam situasi yang menantang karena sangat bergantung pada kinerja ekonomi nasional.
Dari sisi domestik, Sarman menyebut masih terdapat sejumlah hambatan struktural yang memengaruhi dunia usaha. Beberapa di antaranya daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, serta perlunya perbaikan iklim investasi dan bisnis agar lebih kompetitif.
“Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih kondusif. Kebijakan yang pro-bisnis dan berpihak pada dunia usaha menjadi kunci untuk mendorong produktivitas sektor riil,” ujar Sarman kepada Beritasatu.com, Jumat (23/6/2026).
Menurut Sarman, meningkatnya produktivitas dunia usaha akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, penguatan daya beli masyarakat, hingga perluasan basis penerimaan pajak. “Dengan dunia usaha yang produktif dan daya beli yang semakin baik, output-nya tentu akan berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak,” jelasnya.
Pada sisi lain, tantangan global juga masih membayangi perekonomian nasional. Konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global dinilai berpotensi menekan stabilitas ekonomi dunia dan ikut memengaruhi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sarman berharap tekanan eksternal tersebut dapat mereda, serta para pemimpin dunia mampu mengambil langkah bijak untuk menjaga stabilitas ekonomi global melalui kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Dengan perbaikan iklim usaha di dalam negeri serta menurunnya ketidakpastian geopolitik global, pelaku usaha optimistis target penerimaan pajak 2026 dapat tercapai. “Kita sangat berharap target pajak 2026 ini bisa tercapai seiring dengan perbaikan ekonomi domestik dan kondisi geopolitik global yang lebih kondusif,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




