Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil: Stok BBM Nasional Aman
Selasa, 3 Maret 2026 | 17:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan energi nasional dalam kondisi aman di tengah dinamika global, khususnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang merupakan jalur perdagangan energi dunia.
“Untuk stok BBM, crude, dan LPG, saat ini rata-rata berada di atas standar minimum nasional, yakni 21 hari. Bahkan sebagian berada di atas itu,” ujar Bahlil dalam konferensi pers seusai rapat DEN di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Namun, Bahlil melanjutkan bahwa kapasitas penyimpanan energi nasional masih terbatas.
“Kapasitas storage nasional memang maksimal hanya 25-26 hari. Karena itu pemerintah sedang menyiapkan pembangunan storage baru dengan kapasitas hingga tiga bulan, sesuai standar internasional. Studi kelayakan sedang berjalan dan tahun ini ditargetkan mulai konstruksi di Sumatera,” tegasnya.
Pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang, terutama menghadapi potensi gangguan pasokan global.
Selain sektor migas, pemerintah juga melakukan penataan produksi batu bara, khususnya untuk memastikan pasokan ke pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) tetap terjaga.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah menata Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) agar produksi batu bara sesuai dengan kebutuhan nasional.
“Saat ini Indonesia menyuplai sekitar 43% perdagangan batu bara dunia, atau sekitar 500 juta-550 juta ton dari total 1,3 miliar ton global. Namun harga tidak kita kendalikan. Jika suplai terlalu besar sementara permintaan kecil, harga akan jatuh,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan agar harga tetap stabil.
“Karena itu kita jaga keseimbangan agar harga membaik, pengusaha mendapat keuntungan, masyarakat sekitar tambang memperoleh manfaat, dan negara mendapatkan pajak serta royalti optimal. Sumber daya alam adalah milik negara dan harus dikelola hati-hati demi generasi mendatang,” pungkas Bahlil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




