ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Respons Kenaikan Harga Plastik, Mendag Upayakan Cari Sumber Impor Baru

Rabu, 1 April 2026 | 20:22 WIB
IA
MA
Penulis: Ichsan Ali | Editor: MA
Menteri Perdagangan, Budi Santoso (tengah), merespons keluhan masyarakat soal kenaikan harga dan kelangkaan plastik di pasar domestik dan mengungkap solusinya.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso (tengah), merespons keluhan masyarakat soal kenaikan harga dan kelangkaan plastik di pasar domestik dan mengungkap solusinya. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menanggapi keluhan masyarakat soal kenaikan harga dan kelangkaan plastik di pasar domestik. Budi menyebut kondisi ini merupakan dampak langsung gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Menurutnya, konflik di kawasan tersebut mengganggu pasokan nafta, bahan baku utama plastik yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah.

"Pertama kami sudah update data yang kedua terkait dengan harga plastik. Beberapa hari ini kan memang banyak keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu, salah satunya adalah nafta, yang kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Perdagangan tengah mencari sumber impor alternatif dari negara lain, termasuk Afrika, India, dan Amerika.

"Apa yang demikian kita lakukan? Kita sekarang mencari anternatif pengganti atau alternatif dari negara lain. Kita sudah melakukan misalnya (dari) Afrika, India dan Amerika,” katanya.

Meski sudah mencoba mendekati beberapa sumber impor potensial, Budi menyebut kedatangan bahan baku ini belum akan sampai dalam waktu dekat.

“Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah terus pindah ke negara lain. Jadi kita harapkan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal," ucap Budi.

Selain itu, Budi menegaskan kementeriannya terus memperkuat komunikasi dengan asosiasi dan pelaku industri untuk memperluas jaringan pemasok plastik. Ia optimistis pasokan bahan baku akan stabil melalui diversifikasi negara asal impor.

"Kami terus berkomunikasi dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mendatangkan alternatif lain selain negara-negara itu. Perwakilan kita di luar negeri mencari supplier-supplier baru untuk bisa ekspor masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Budi menegaskan krisis bahan baku plastik tidak hanya menimpa produsen di Indonesia. Fenomena serupa juga menggaggu sektor industri sejumlah negara Asia lain.

“Karena ini kan tidak terjadi di Indonesia saja. Jadi beberapa perusahaan di Singapura, di China, di Korea, dan juga di Taiwan, Thailand juga," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot, Mendag: Peluang Ekspor Makin Besar

Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot, Mendag: Peluang Ekspor Makin Besar

EKONOMI
Tinjau Pasar Palmerah, Menko Pangan Sebut Harga Cabai dan Telur Turun

Tinjau Pasar Palmerah, Menko Pangan Sebut Harga Cabai dan Telur Turun

EKONOMI
Mendag Ungkap Upaya Stabilkan Harga Pangan Selama Ramadan 2026

Mendag Ungkap Upaya Stabilkan Harga Pangan Selama Ramadan 2026

EKONOMI
Mendag: Tarif 19 Persen dari AS untuk Indonesia Terendah di ASEAN

Mendag: Tarif 19 Persen dari AS untuk Indonesia Terendah di ASEAN

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon