ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PTBA Targetkan Produksi 49,5 Juta Ton pada 2026

Senin, 6 April 2026 | 13:41 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi: Pertambangan batu bara
Ilustrasi: Pertambangan batu bara (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sebesar 49,5 juta ton pada 2026 setelah rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perseroan disetujui tanpa pemotongan volume.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan perseroan menyambut positif persetujuan RKAB tersebut sebagai dasar menjaga kinerja pada tahun berjalan.

“Per tanggal 6 Maret 2026, RKAB perseroan telah disetujui tanpa adanya pengurangan volume yang kami usulkan,” kata Arsal dilansir dari Antara, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan target produksi dan penjualan 2026 berada di kisaran hampir 50 juta ton dan diharapkan dapat menyentuh angka 50 juta ton. Menurut dia, perseroan tetap optimistis memasuki 2026, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan praktik pertambangan yang baik.

ADVERTISEMENT

“Perseroan menargetkan volume produksi dan penjualan ini sekitar hampir 50 juta, atau 49,5 juta, tetapi kami harapkan nanti bisa mencapai 50 juta,” ujarnya.

Arsal mengatakan harga batu bara pada 2026 menunjukkan tren meningkat sejak awal tahun, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai. Ia menyebut indeks batu bara Indonesia (ICI) 1 saat ini mendekati 140, sementara ICI 3 berada di kisaran 73, yang memberikan ruang perbaikan harga jual.

Namun, menurut dia, kenaikan harga batu bara juga disertai dengan peningkatan biaya produksi, terutama dari bahan bakar. Arsal menambahkan implementasi program biodiesel B40 dan rencana peningkatan ke B50 diperkirakan menambah beban biaya sekitar US$ 2 per ton.

“Nah untuk mengatasi itu semua, di samping tadi ada kenaikan harga, kawan-kawan ini yang dari operasional sama dari keuangan mereka tetap harus melakukan efisiensi, ini menjadi kunci,” tuturnya.

Ia menegaskan strategi utama perusahaan pada 2026 tetap bertumpu pada efisiensi, pengelolaan biaya yang disiplin, serta penambangan yang selektif untuk menjaga daya saing.

Pada sisi infrastruktur, PTBA juga berharap proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan dapat mulai beroperasi secara bertahap sekitar pertengahan tahun ini.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto mengatakan proyek tersebut memiliki target kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun.

“Kan bertahap, enggak langsung. Itu kan target kapasitas 20 juta ton. Tetapi tahun ini berapa dahulu, tahun depan berapa, ada tahapannya,” ucap Turino.

Ia menambahkan perusahaan tetap melihat peluang peningkatan produksi secara bertahap ke depan, sejalan dengan dukungan infrastruktur dan kondisi harga batu bara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pasokan Batu Bara Alami Kendala, Ada Pemadaman Listrik?

Pasokan Batu Bara Alami Kendala, Ada Pemadaman Listrik?

EKONOMI
Bahlil Akui Ada Kendala pada Pasokan Batu Bara Kalori Medium

Bahlil Akui Ada Kendala pada Pasokan Batu Bara Kalori Medium

EKONOMI
Relaksasi Produksi Batu Bara Ditargetkan Capai 600 Juta Ton

Relaksasi Produksi Batu Bara Ditargetkan Capai 600 Juta Ton

EKONOMI
Isu Kelangkaan Batu Bara, PLTU Cirebon Pastikan Stok Aman

Isu Kelangkaan Batu Bara, PLTU Cirebon Pastikan Stok Aman

JAWA BARAT
Jubir ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jabodetabek Akibat Batu Bara

Jubir ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jabodetabek Akibat Batu Bara

EKONOMI
PT DSI dan Ekspor Satu Pintu SDA RI: Cara Kerja, Tahapan, dan Dampak

PT DSI dan Ekspor Satu Pintu SDA RI: Cara Kerja, Tahapan, dan Dampak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon