Danantara Siapkan Platform Investasi Energi Sampah
Selasa, 7 April 2026 | 17:53 WIB
Selain menghasilkan energi, proyek ini juga berpotensi menekan emisi karbon, mengurangi volume sampah di TPA, serta membuka lapangan kerja baru.
Meski demikian, biaya produksi energi dari WtE masih relatif lebih tinggi dibandingkan energi konvensional. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan kebijakan, termasuk skema harga listrik dan pembiayaan yang menarik bagi investor.
“Ini perlu dukungan bersama, baik dari sisi kebijakan maupun kolaborasi antarpemangku kepentingan agar proyek dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muliaman menjelaskan Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia memiliki peran dalam mengelola aset negara, khususnya dari badan usaha milik negara (BUMN), untuk diinvestasikan pada sektor strategis.
Optimalisasi pengelolaan aset tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk dalam mendukung transisi energi menuju bauran energi baru terbarukan (EBT) yang lebih besar.
“Tujuannya adalah menciptakan mesin pertumbuhan baru melalui investasi yang produktif, termasuk di sektor energi berbasis sampah,” kata Muliaman.
Pengembangan WtE juga dinilai sejalan dengan target Indonesia dalam meningkatkan porsi EBT serta mencapai net zero emission pada 2060, sehingga membutuhkan dukungan investasi yang kuat dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




