Danantara Siapkan Platform Investasi Energi Sampah
Selasa, 7 April 2026 | 17:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menyiapkan platform investasi untuk pengembangan energi berbasis sampah atau waste to energy (WtE).
Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengatasi persoalan pengelolaan sampah di Indonesia.
Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Muliaman Darmansyah Hadad menyampaikan pengembangan WtE menjadi prioritas karena pengelolaan sampah nasional masih menghadapi berbagai tantangan, baik di hulu maupun hilir.
Menurut dia, salah satu kendala utama adalah belum optimalnya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sehingga proses pengolahan di hilir membutuhkan teknologi yang lebih kompleks.
“Persoalan sampah di Indonesia tidak sederhana. Salah satu masalah utamanya adalah belum adanya pemilahan sejak dari rumah tangga, sehingga di hilir membutuhkan teknologi yang lebih kompleks,” ujarnya dilansir dari Antara.
Ia menambahkan, di negara maju masyarakat telah terbiasa memilah sampah sejak dari sumber, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.
Sebaliknya, di Indonesia sampah yang tercampur menyebabkan kualitas bahan baku energi menjadi rendah. Bahkan, material dengan nilai kalor tinggi kerap sudah diambil lebih dahulu di tingkat pengumpul, sehingga yang tersisa di tempat pemrosesan akhir (TPA) memiliki daya bakar rendah.
Kondisi tersebut membuat efisiensi pengolahan menurun dan biaya meningkat karena memerlukan proses tambahan seperti pengeringan.
Selain aspek teknis, Muliaman juga menyoroti kompleksitas faktor sosial dalam rantai pengelolaan sampah yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemulung hingga pengelola TPA.
Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah sejak awal dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program WtE.
Dalam rangka mempercepat pengembangan WtE, Danantara menyiapkan platform investasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan perguruan tinggi.
Melalui platform tersebut, Danantara akan berperan sebagai co-investor guna meningkatkan kepercayaan investor lain untuk terlibat dalam proyek strategis, termasuk pengolahan sampah menjadi energi.
“Danantara hadir untuk memfasilitasi kolaborasi. Dengan adanya platform ini, kota-kota lain dapat bergabung sehingga pengembangan proyek bisa lebih cepat,” kata Muliaman.
Ia menambahkan, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) ditargetkan dapat dikembangkan di puluhan kota di Indonesia sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Secara keseluruhan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga puluhan triliun rupiah dengan potensi kapasitas listrik mencapai ratusan megawatt serta memberikan dampak ekonomi yang luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




