ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Naik di Atas 1 Persen

Selasa, 14 April 2026 | 08:18 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

New York, Beritasatu.com – Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), didorong optimisme investor terhadap potensi penyelesaian konflik di Timur Tengah serta dimulainya musim laporan kinerja emiten.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 1%, meskipun pelaku pasar mengabaikan kegagalan perundingan akhir pekan antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63% menjadi 48.218,25. S&P 500 menguat 69,35 poin atau 1,02% ke level 6.886,24, sedangkan Nasdaq Composite naik 280,84 poin atau 1,23% menjadi 23.183,74.

Penguatan terjadi setelah pergerakan yang sempat terbatas pada awal perdagangan. Momentum meningkat pada sore hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Trump mengumumkan militer AS mulai melakukan blokade terhadap kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran. Sementara itu, Iran mengancam akan membalas terhadap pelabuhan negara-negara Teluk setelah negosiasi penghentian perang pada akhir pekan mengalami kebuntuan.

Kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan investor mulai terbiasa dengan dinamika negosiasi yang berubah-ubah di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.

“Investor khawatir tertinggal jika kesepakatan tercapai dengan cepat, yang berpotensi mendorong reli pasar secara signifikan,” ujarnya.

Sentimen positif juga didukung oleh penurunan harga minyak mentah yang kembali berada di bawah US$ 100 per barel. Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menilai pasar minyak memperkirakan lonjakan harga hanya bersifat sementara sehingga dampaknya terhadap ekonomi AS diperkirakan terbatas.

Meski demikian, volume transaksi relatif tipis dengan 15,90 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir sebanyak 19,07 miliar saham.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor keuangan dan teknologi mencatat kenaikan terbesar, masing-masing lebih dari 1,7%. Sektor teknologi terdorong oleh kinerja saham perusahaan perangkat lunak seperti Microsoft yang naik 3,6% serta Oracle yang melonjak 12,7% dan menjadi penguat terbesar secara persentase di S&P 500.

Pada sisi lain, sektor defensif seperti utilitas dan kebutuhan pokok justru melemah. Sektor utilitas turun 1,2%, sedangkan sektor barang kebutuhan pokok terkoreksi 1%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

EKONOMI
Wall Street Melesat, Dow Jones Cetak Rekor Baru setelah Damai AS-Iran

Wall Street Melesat, Dow Jones Cetak Rekor Baru setelah Damai AS-Iran

EKONOMI
Wall Street Menguat Berkat IPO SpaceX

Wall Street Menguat Berkat IPO SpaceX

EKONOMI
SpaceX Milik Elon Musk Melantai dengan Harga Rp 2,16 Juta Per Saham

SpaceX Milik Elon Musk Melantai dengan Harga Rp 2,16 Juta Per Saham

EKONOMI
Wall Street Naik Imbas Trump Batalkan Serangan ke Iran dan Klaim Damai

Wall Street Naik Imbas Trump Batalkan Serangan ke Iran dan Klaim Damai

EKONOMI
Wall Street Ditutup Menguat Tipis Berkat Saham AI

Wall Street Ditutup Menguat Tipis Berkat Saham AI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon