Wall Street Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Naik di Atas 1 Persen
Selasa, 14 April 2026 | 08:18 WIB
New York, Beritasatu.com – Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), didorong optimisme investor terhadap potensi penyelesaian konflik di Timur Tengah serta dimulainya musim laporan kinerja emiten.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 1%, meskipun pelaku pasar mengabaikan kegagalan perundingan akhir pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63% menjadi 48.218,25. S&P 500 menguat 69,35 poin atau 1,02% ke level 6.886,24, sedangkan Nasdaq Composite naik 280,84 poin atau 1,23% menjadi 23.183,74.
Penguatan terjadi setelah pergerakan yang sempat terbatas pada awal perdagangan. Momentum meningkat pada sore hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.
Sebelumnya, Trump mengumumkan militer AS mulai melakukan blokade terhadap kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran. Sementara itu, Iran mengancam akan membalas terhadap pelabuhan negara-negara Teluk setelah negosiasi penghentian perang pada akhir pekan mengalami kebuntuan.
Kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan investor mulai terbiasa dengan dinamika negosiasi yang berubah-ubah di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.
“Investor khawatir tertinggal jika kesepakatan tercapai dengan cepat, yang berpotensi mendorong reli pasar secara signifikan,” ujarnya.
Sentimen positif juga didukung oleh penurunan harga minyak mentah yang kembali berada di bawah US$ 100 per barel. Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menilai pasar minyak memperkirakan lonjakan harga hanya bersifat sementara sehingga dampaknya terhadap ekonomi AS diperkirakan terbatas.
Meski demikian, volume transaksi relatif tipis dengan 15,90 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir sebanyak 19,07 miliar saham.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor keuangan dan teknologi mencatat kenaikan terbesar, masing-masing lebih dari 1,7%. Sektor teknologi terdorong oleh kinerja saham perusahaan perangkat lunak seperti Microsoft yang naik 3,6% serta Oracle yang melonjak 12,7% dan menjadi penguat terbesar secara persentase di S&P 500.
Pada sisi lain, sektor defensif seperti utilitas dan kebutuhan pokok justru melemah. Sektor utilitas turun 1,2%, sedangkan sektor barang kebutuhan pokok terkoreksi 1%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




