ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Selat Hormuz Diblokade, Arab Saudi Alihkan Jalur Minyak ke Laut Merah

Minggu, 3 Mei 2026 | 10:09 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi jalur pipa Arab Saudi.
Ilustrasi jalur pipa Arab Saudi. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Perubahan besar tengah terjadi dalam peta distribusi energi global. Arab Saudi kini semakin agresif mengalihkan jalur ekspor minyak ke Laut Merah, sebagai respons atas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memblokade Selat Hormuz.

Langkah ini terlihat dari meningkatnya volume pengiriman minyak melalui pelabuhan Yanbu yang berada di pesisir Laut Merah.

Dalam beberapa pekan terakhir, aliran minyak dari jalur ini mencapai sekitar 3,6 juta barel per hari, atau setara 20% dari volume yang sebelumnya melewati Hormuz.

ADVERTISEMENT

Strategi ini bukan tanpa alasan. Ketegangan geopolitik di kawasan teluk membuat Selat Hormuz semakin sulit diprediksi, bahkan cenderung dihindari oleh banyak operator pelayaran. 

Kondisi tersebut memaksa produsen minyak terbesar dunia seperti Arab Saudi untuk mencari jalur alternatif yang lebih aman, meskipun lebih panjang.

Kunci dari peralihan ini terletak pada infrastruktur pipa minyak lintas negara yang menghubungkan ladang minyak di wilayah timur Saudi ke pelabuhan Yanbu.

Pipa sepanjang sekitar 750 mil ini awalnya dibangun untuk mengantisipasi gangguan selama perang Iran-Irak, dan kini kembali berfungsi strategis dalam menghadapi krisis serupa.

Selain mengurangi ketergantungan pada Hormuz, jalur Laut Merah juga membuka fleksibilitas distribusi ke pasar Eropa dan Afrika. Namun, rute ini tetap memiliki tantangan tersendiri, terutama karena harus melewati Bab el-Mandeb yang juga rawan konflik.

Data terbaru menunjukkan lonjakan aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut. Lebih dari 1.260 kapal melintasi Bab el-Mandeb pada Maret 2026, menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Namun, pergeseran jalur ini belum sepenuhnya mampu menutup kekurangan pasokan global. Produksi dan distribusi minyak dunia masih mengalami penurunan hingga 9 juta barel per hari, yang memperlihatkan tekanan besar pada pasar energi internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

NASIONAL
8 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci, 10 Orang Masih Dirawat

8 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci, 10 Orang Masih Dirawat

NASIONAL
Air Zam-zam Selundupan Marak, Koper Jemaah Haji Indonesia Dirazia

Air Zam-zam Selundupan Marak, Koper Jemaah Haji Indonesia Dirazia

JAWA TIMUR
Arab Saudi Tutup Musim Haji 2026, Jumlah Jemaah Tembus 1,7 Juta Orang

Arab Saudi Tutup Musim Haji 2026, Jumlah Jemaah Tembus 1,7 Juta Orang

INTERNASIONAL
3 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Makkah, 6 Orang Masih Dirawat

3 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Makkah, 6 Orang Masih Dirawat

NASIONAL
Jemaah Haji Asal Sulteng Meninggal Dunia di Mina

Jemaah Haji Asal Sulteng Meninggal Dunia di Mina

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon