Konsumsi BBM Bersubsidi Diprediksi Tak Lampaui Kuota
Selasa, 1 September 2015 | 19:48 WIB
Jakarta – Pemerintah memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan melebihi kuota yang telah ditetapkan. Hal ini lantaran adanya penurunan konsumsi BBM.
"Sampai akhir tahun nanti, konsumsi BBM bersubsidi diproyeksi mencapai sekitar 16 juta kiloliter (KL), masih di bawah kuota APBN Perubahan 17 juta KL," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9).
Dia merinci, hingga akhir Agustus lalu, konsumsi solar tercatat sebesar 9,09 juta KL. Dari realisasi tersebut, konsumsi solar sampai akhir tahun nanti diproyeksikan hanya akan mencapai 16,02 juta KL dari kuota yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2015 sebesar 17,05 juta KL.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah tercatat hanya sebesar 490 ribu KL dan diproyeksi hanya mencapai 730 ribu KL pada akhir tahun nanti. Angka proyeksi itu juga masih di bawah kuota yang ditetapkan sebesar 850 ribu KL. "Di beberapa daerah memang ada yang melewati kuota, yakni Sulawesi Utara dan Papua Barat. Tetapi secara keseluruhan konsumsi masih di range yang diharapkan," jelas Wiratmaja.
Realisasi konsumsi BBM bersubsidi tahun ini juga lebih rendah dari tahun lalu. Konsumsi solar turun sebesar 230 ribu KL lantaran adanya larangan penggunaan BBM bersubsidi bagi kapal nelayan di atas 30 gross tonnage (GT). Sementara konsumsi minyak tanah berkurangan karena adanya program konversi ke gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




