ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dinilai Terlalu Ambisius

Jumat, 16 Oktober 2015 | 20:40 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung
Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung (Istimewa)

Jakarta – Peneliti Institute for Development and Economic Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terlalu ambisus dan tidak efektif. Menurutnya, pembangunan kereta cepat tersebut tidak menyentuh masyarakat kecil secara langsug.

"Proyek ini dinilai ambisius, tidak tepat dan hanya pencitraan saja, supaya pemerintah dilihat kerja. Tapi kerjaanya tidak menyentuh masyarakat kecil langsung, ini kan proyek besar, seharusnya masyarakat juga menikmati," ujar Dzulfian saat diskusi di Kantor Indef, Jl. Batu Tulis, Pejaten Timur, Jakarta, Jumat (16/10).

Sebagai diketahui, Pemerintah akhirnya akan melakukan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan akan mulai pada 9 November 2015. Megaproyek senilai Rp 78 triliun ini membutuhkan waktu konstruksi selama tiga tahun dengan perkiraan harga tiket sampai Rp 225.000 per penumpang sekali jalan.

Dari perkiraan harga tiket kereta tersebut, kata Dzulfian tidak terlalu ekonomis bagi penduduk Indonesia. Dia justru menduga masyarakat akan lebih memilih naik travel dibandingkan kereta cepat dengan pertimbangan ekonomis.

ADVERTISEMENT

"Sebetulnya untuk harga tiket kereta cepat Jakarta - Bandung tidak sangat ekonomis bagi penduduk kita dengan harga Rp 225 ribu, saya lebih memilih naik travel Rp 100 ribu sudah cukup bawa saya ke Bandung," tandasnya.

Dia mengharapkan pemerintah sebaiknya fokus untuk membangun ekonomi daerah dibandingkan pembangunan ekonomi yang terpusat di Jakarta secara khusus dan di Jawa secara umum. Pembangunan kerata cepat, menurutnya hanya akan dinikmati oleh sebagian orang yang ada di pulau Jawa.

"Saya tidak habis pikir kenapa pemerintah kekeuh sekali membangun kereta cepat, padahal jika dana Rp 78 triliun itu kan bisa dialokasikan kepembangunan ekonomi yang lebih menyentuh masyarakat," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Viral Whoosh Berhenti Mendadak di Jalur Kopo, Ini Penjelasan KCIC

Viral Whoosh Berhenti Mendadak di Jalur Kopo, Ini Penjelasan KCIC

JAWA BARAT
Whoosh Jual 293.000 Tiket Sepanjang Lebaran 2026

Whoosh Jual 293.000 Tiket Sepanjang Lebaran 2026

EKONOMI
Whoosh Jual 178.000 Tiket Selama Mudik Lebaran

Whoosh Jual 178.000 Tiket Selama Mudik Lebaran

EKONOMI
Begini Cara Dapat Diskon Tiket Whoosh Rp 100.000 untuk Lebaran

Begini Cara Dapat Diskon Tiket Whoosh Rp 100.000 untuk Lebaran

EKONOMI
Soal Penyelesaian Utang Whoosh, Purbaya: Sudah Diputuskan

Soal Penyelesaian Utang Whoosh, Purbaya: Sudah Diputuskan

EKONOMI
KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Normal

KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Normal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon