ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertamina Optimistis Produksi Panas Bumi Akan Kalahkan Chevron

Senin, 30 November 2015 | 15:48 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Geothermal, pembangkit listrik tenaga panas bumi milik Star Energy, di Wayang Windu, Bandung Selatan, Jawa Barat.
Geothermal, pembangkit listrik tenaga panas bumi milik Star Energy, di Wayang Windu, Bandung Selatan, Jawa Barat. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta– Kapasitas listrik yang diproduksi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) pada 2017 diprediksi akan melampaui produksi Chevron Indonesia. Pada tahun itu, PGE akan memproduksi listrik dari energi panas bumi sebesar 682 megawatt (MW) atau setara 29.667 Barel Oil Equivalent per Day (BOEPD), sementara produksi Chevron yang berasal dari proyek Darajat dan Salak menghasilkan listrik berakasitas 636 MW.

Menurut Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Irfan Zainuddin, Pertamina berkomitmen untuk mengembangkan potensi geothermal di Indonesia yang memiliki 40 persen cadangan dunia. Pada tahun ini, produksi listrik yang dihasilkan PGE diproyeksikan mencapai 437 MW dengan penambahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kamojang 5 yang berkapasitas 35 MW. Pada tahun depan, pasokan listrik akan bertambah sekitar 75 MW yang berasal dari PLTU Ulubelu 3 (55 MW), Kaeaha (30 MW), Lahedong 5 (20 MW), Lumut Balai 1 (55 MW), Smal Scale Lehedong (5 MW), dan Small Scale Sibayak (5 MW) menjadi sekitar 607 MW.

"Pada 2017, penambahan kapasitas akan sangat besar mencapai 115 MW yang berasal dari Ulubelu 4 berkapasitas 55 MW dan Lahedong 5 sebesar 20 MW. Pada tahun ini kapasitas listrik PGE sudah mencapai 682 MW dan bisa melewati produksi Chevron," kata Irfan, di Jakarta, Senin (30/11).

Irfan menjelaskan, prospek energi panas bumi sangat potensial karena merupakan green energy yang bisa dikembangkan terus menerus di lokasi energi tersebut ditemukan. Menurutnya, Indonesia sangat kaya dengan potensi panas bumi karena terletak di ring of fire. Potensi panas bumi ditaksir mencapai hampir 29 Giga Watt (GW) pada 299 lokasi prospek. "Namun, saat ini hanya PGE yang sangat progresif," terang Irfan.

ADVERTISEMENT

Namun, Irfan mengakui pengembangan panas bumi di Indonesia belum signifikan. Buktinya, dari potensi 28 GW, yang sudah dihasilkan hanya 1.340 MW. Hal itu terjadi lantaran terganjalnya masalah perizinan yang membutuhkan proses panjang dan ketiadaan kemudahan fiskal sehingga investor masih belum tertarik untuk berinvestasi. "Insentif fiskal harus mendapat perhatian dari pemerintah. Bisa dari pajak, bisa dari pengurangan tarif," kata Irfan.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa bisnis pengembangan energi panas bumi di Indonesia sudah diakui oleh dunia sebagai yang terbaik setelah pemerintah menerbitkan berbagai peraturan. Dirjen Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengatakan,dengan ‎membaiknya peraturan tersebut membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya untuk mengembangkan energi dari panas bumi di Indonesia.

Rida menyebutkan, salah satunya adalah Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)‎ Nomor 17 Tahun 2014 tentang penerapan tarif panas bumi berdasarkan skema feed in tariff. "Salah satunya adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2014 soal tarif tenaga listrik, itu yang terbaik di dunia ini," ungkap Rida.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

EKONOMI
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

EKONOMI
Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

BANTEN
Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

JAWA TENGAH
Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

EKONOMI
Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon