Pertamina Terus Tingkatkan Otomatisasi Distribusi BBM
Jumat, 11 Desember 2015 | 17:48 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus melakukan upaya perbaikan berkelanjutan dalam pendistribusian BBM kepada masyarakat melalui sistem otomatisasi yang mengurangi intervensi manusia sehingga penyaluran BBM dapat lebih cepat dan efisien.
Sebagai wujud konkret dari upaya tersebut, hari ini Pertamina meresmikan tiga proyek yaitu Terminal Automation System Bunker di Dermaga Pertamina Tanjung Priok, New Gantry System TBBM Kertapati, Palembang, dan Pelayanan BBM ke SPBU dengan Auto Truck Scheduling dari TBBM Plumpang.
"Sistem New Gantry akan dipasang di 11 terminal BBM pada 2016," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Jumat (11/12).
Saat ini, sebut dia, New Gantry System sudah dipasang di TBBM Kertapati, Palembang. Perbaikan ini memungkinkan Pertamina meningkatkan pelayanan pengisian bahan bakar minyak ke truk melalui pemanfaatan teknologi.
Sistem ini memiliki keunggulan pengaturan jadwal pengisian yang lebih baik dan waktu pengisian yang lebih cepat, peningkatan utilisasi mobil tanki, peningkatan safety dan security operasi, dan menghilangkan rantai koordinasi perorangan di lapangan pada saat penyaluran bahan bakar minyak, dan dapat meminimalisir losses.
Selain di TBBM Kertapati, sebelumnya Pertamina telah menerapkan New Gantry System di Terminal BBM Panjang, Bandar Lampung, Instalasi Jakarta Group (TBBM Plumpang), Intalasi Surabaya Group (TBBM Tanjung Perak), Terminal BBM Tanjung Uban, dan Terminal BBM Bandung Group (Ujung Berung).
Selain itu, otomatisasi juga akan dilakukan pasa operasional bunker. Keunggulan sistem ini dibandingkan operasional sebelumnya yang bersifat manual, yaitu flowrate penyaluran Bunker lebih cepat hingga mencapai 3.000 liter/menit, tersedianya system blending (pertama dan satu-satunya di Indonesia saat ini) untuk melayani produk MDF/IDO dengan persentase blending akurat sesuai kualitas MFO 180 dan Solar yang tersedia. Selain itu, pelaksanaan operasional secara otomatis dan didukung teknologi terkini dapat menghindari adanya ceceran minyak pada saat penyaluran.
Sistem pembukuan dan penyaluran yang terbuka dan auditable, dapat dimonitor secara remote melalui Control Room Tanjung Priok dan Plumpang, serta meminimalisasi kontak antara pihak kapal dengan petugas penyaluran. Automation system diharapkan mampu meningkatkan akurasi volume penyaluran yang tepat jumlah serta memberikan jaminan keamanan operasional.
Pertamina, tutur Dwi, juga meluncurkan pelayanan BBM ke SPBU dengan Auto Truck Scheduling pada TBBM Plumpang yang dilakukan dengan memindahkan control proses operasi dari manusia kepada sistem. "Dengan Auto Truck Scheduling, perencanaan pengiriman BBM dengan mobil tangki dilakukan secara tersistem melalui aplikasi tanpa lagi diatur manual oleh petugas Dispatcher," kata Dwi.
Penggunaan Auto Truck Scheduling memungkinkan proses pengiriman dapat dilakukan secara lebih efisien baik dari sisi waktu, jarak tempuh dan utilisasi truk tanki BBM. Selain itu, Auto Truck Scheduling memungkinan proses pengiriman dapat dilakukan secara lebih transparan, dan akurat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




