ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Protes Pemeriksaan Pajak oleh UE

Minggu, 31 Januari 2016 | 23:58 WIB
IS
B
Penulis: Iwan Subarkah | Editor: B1
Apple inc
Apple inc (Value Walk)

Brussels – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memprotes pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE) terhadap perusahaan-perusahaan swasta asal AS. Selain disebut tidak adil, UE juga dinilai telah melanggar batas hak pemerintah AS untuk memajaki mereka.

Financial Times melaporkan masalah ini, Sabtu (30/1) waktu setempat, dan dilansir AFP. Komisi Eropa melancarkan pemeriksaan besar-besaran terhadap sejumlah swasta AS, termasuk Apple, Starbucks, dan Amazon.

Perusahaan-perusahaan tersebut mencapai kesepakatan dengan sejumlah negara anggota AS. Inti kesepakatan adalah kewajiban pajak mereka menjadi berkurang.

Meski secara hukum sah, Komisioner Persaingan Usaha UE Magrethe Vestager mengatakan, pihaknya akan menguji aturan-aturan pajak tersebut, apakah melanggar aturan persaingan usaha di UE. Pelanggaran dimaksud adalah memberikan keuntungan kepada sebagian perusahaan, sedangkan para rivalnya tidak.

ADVERTISEMENT

Financial Times melaporkan bahwa Robert Stack, seorang pejabat Departemen Keuangan (Depkeu) AS, bertemu sejumlah pejabat persaingan usaha UE di markas UE Brusssels, Belgia, Jumat (29/1). Pada pertemuan itu lah Stack mengutarakan keprihatinan-keprihatinan pemerintah AS.

"Kami khawatir Komisi UE tidak proporsional dalam membidik perusahaan-perusahaan AS," kata Stack.
Kunjungan Stack ke UE hanya sehari setelah Komisi Eropa meluncurkan rencana untuk membasmi penghindaran pajak oleh para korporasi multinasional.

"Tinggal menghitung hari bagi perusahaan-perusahaan yang agresif memangkas kewajiban pajaknya," tandas Komisioner UE Urusan Ekonomi Pierre Moscovici.

Inti dari proposal UE adalah sebuah perusahaan harus melaporkan perolehan laba per negara. Tidak seperti sekarang yang mana perusahaan bisa mengalihkan laporan perolehan laba ke yurisdiksi-yurisdiksi yang tarif pajaknya lebih rendah.

UE mengeluarkan proposal tersebut setelah datang badai protes terhadap kesepakatan antara pemerintah Inggris dan raksasa Internet asal AS, Google, untuk membayar tunggakan pajak sebesar 130 juta pound atau setara US$ 185 juta.

Para pengkritik menyebut nilai kesepakatan tersebut luar biasa rendah mengingat besarnya ukuran maupun perolehan laba Google. Tapi, Google berkukuh kesepakatan itu sudah adil dan sepenuhnya mematuhi aturan-aturan pajak di negara-negara perseroan beroperasi.

Adapun Italia menuntut Google membayar tunggakan pajak sekitar 200 juta euro. Sedangkan Prancis dilaporkan menuntut 500 juta euro untuk hal sama.

Google dan Apple sudah mengeluhkan perlakuan yang menurut mereka tidak adil dari otoritas-otoritas di Eropa. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

INTERNASIONAL
AS Siapkan Anggaran US$ 1,5 T untuk Perang Drone pada 2027

AS Siapkan Anggaran US$ 1,5 T untuk Perang Drone pada 2027

INTERNASIONAL
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tanda AS Hilang Arah?

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tanda AS Hilang Arah?

INTERNASIONAL
Trump Serang Meloni soal Iran, Hubungan AS-Italia Memanas

Trump Serang Meloni soal Iran, Hubungan AS-Italia Memanas

INTERNASIONAL
Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

INTERNASIONAL
Matt Turner Kembali, Perebutan Posisi Kiper Utama AS Memanas

Matt Turner Kembali, Perebutan Posisi Kiper Utama AS Memanas

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon