Digoyang Isu Korupsi, Fuad Jamin Reformasi Pajak Berhasil
Kamis, 1 Maret 2012 | 21:09 WIB
Pada 2011 terdapat 200 pegawai pajak yang diberikan sanksi berat maupun ringan.
Meskipun terus diterpa kasus korupsi oleh pegawai pajak, Dirjen Pajak Fuad Rahmany berani menjamin remunerasi yang sudah diberikan kepada jajarannya berhasil memperbaiki dan membersihkan kinerja Ditjen Pajak.
Pasalnya menurut Fuad, pasca reformasi birokrasi, sudah banyak perbaikan di lingkungan direktorat Jenderal Pajak.
Hal tersebut menurut dia, bukanlah klaim sepihak tetapi juga sudah diakui oleh masyarakat sebagai wajib pajak. Meski demikian, menurut Fuad, reformasi birokrasi akan terus dilakukan.
¨Belakangan ini setelah reformasi, sudah banyak perbaikan dan itu diakui masyarakat dan wajib pajak. Reformasi ini sudah dilakukan beberapa tahun, tetapi kan prosesnya akan berjalan terus dan saya berani jamin remunerasi yang dilakukan berhasil,¨ ujar Fuad di Jakarta, hari ini
Menurut dia, remunerasi yang sudah diterima Ditjen pajak sudah sukses. Hal ini terbukti dari kinerja pegawai pajak yang semakin membaik. Meskipun demikian, dia tidak menampik masih ada sejumlah oknum nakal.
Namun, menurut Fuad, saat ini Ditjen Pajak telah memiliki sistem pengawasan internal sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Sistem ini, menurut Fuad, dipercaya dapat memperkecil peluang penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai.
¨Pegawai Ditjen pajak kan jumlahnya 32 ribu, pasti ada saja oknum yang nakal karena mereka bukan nabi, karena itu yang penting adalah sistemnya. Jadi, dengan sistem itu, oknum yang nakal akan cepat ketahuan,¨ tutur dia.
Fuad menuturkan, sekitar 24 ribu pegawai dari sekitar 32 ribu pegawai di instansinya telah melakukan pelaporan kekayaan penyelenggara negara seperti Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan orang pribadi dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.
Sebagai bukti, menurut dia, pada 2011 terdapat 200 pegawai pajak yang diberikan sanksi berat maupun ringan. Sementara itu, pada 2012 sudah ada 39 pegawai terkena hukuman.
"Ini bagian dari reformasi yang melakukan penertiban bagi pegawai yang melakukan pelanggaran," tambah dia.
Meskipun terus diterpa kasus korupsi oleh pegawai pajak, Dirjen Pajak Fuad Rahmany berani menjamin remunerasi yang sudah diberikan kepada jajarannya berhasil memperbaiki dan membersihkan kinerja Ditjen Pajak.
Pasalnya menurut Fuad, pasca reformasi birokrasi, sudah banyak perbaikan di lingkungan direktorat Jenderal Pajak.
Hal tersebut menurut dia, bukanlah klaim sepihak tetapi juga sudah diakui oleh masyarakat sebagai wajib pajak. Meski demikian, menurut Fuad, reformasi birokrasi akan terus dilakukan.
¨Belakangan ini setelah reformasi, sudah banyak perbaikan dan itu diakui masyarakat dan wajib pajak. Reformasi ini sudah dilakukan beberapa tahun, tetapi kan prosesnya akan berjalan terus dan saya berani jamin remunerasi yang dilakukan berhasil,¨ ujar Fuad di Jakarta, hari ini
Menurut dia, remunerasi yang sudah diterima Ditjen pajak sudah sukses. Hal ini terbukti dari kinerja pegawai pajak yang semakin membaik. Meskipun demikian, dia tidak menampik masih ada sejumlah oknum nakal.
Namun, menurut Fuad, saat ini Ditjen Pajak telah memiliki sistem pengawasan internal sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Sistem ini, menurut Fuad, dipercaya dapat memperkecil peluang penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai.
¨Pegawai Ditjen pajak kan jumlahnya 32 ribu, pasti ada saja oknum yang nakal karena mereka bukan nabi, karena itu yang penting adalah sistemnya. Jadi, dengan sistem itu, oknum yang nakal akan cepat ketahuan,¨ tutur dia.
Fuad menuturkan, sekitar 24 ribu pegawai dari sekitar 32 ribu pegawai di instansinya telah melakukan pelaporan kekayaan penyelenggara negara seperti Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan orang pribadi dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.
Sebagai bukti, menurut dia, pada 2011 terdapat 200 pegawai pajak yang diberikan sanksi berat maupun ringan. Sementara itu, pada 2012 sudah ada 39 pegawai terkena hukuman.
"Ini bagian dari reformasi yang melakukan penertiban bagi pegawai yang melakukan pelanggaran," tambah dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




