Januari 2016, Komitmen Investasi Tumbuh 119 Persen
Rabu, 3 Februari 2016 | 15:41 WIB
Jakarta- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai komitmen investasi sepanjang Januari 2016 sebesar Rp 206 triliun atau naik 119 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan investor tetap tinggi dan iklim investasi tetap kondusif untuk mencapai target realisasi investasi tahun ini di level Rp 545,4 triliun.
"Komitmen investasi yang masuk melalui izin prinsip menunjukkan bahwa daya tarik untuk berinvestasi di Indonesia masih tinggi di tengah perlambatan ekonomi serta berbagai kesulitan yang dialami oleh dunia usaha," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (3/2).
Kenaikan komitmen investasi tersebut merupakan kontribusi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 38 triliun yang naik 261 persen dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 168 triliun yang meningkat 101 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Franky, salah satu motor utama kenaikan komitmen investasi adalah layanan izin investasi tiga jam yang diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 11 Januari 2016. "Dari nilai komitmen investasi sepanjang bulan Januari yang masuk melalui izin tiga jam tercatat tujuh perusahaan senilai Rp 31,8 triliun atau setara dengan 15 persen," kata Franky.
Ke depan diharapkan investasi yang masuk dari layanan izin tiga jam akan terus meningkat. Hal ini ditandai dengan berbagai kegiatan promosi investasi yang dilakukan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pekan ini, BKPM setiap hari selama seminggu menggelar Investor Forum yang menghadirkan 100-150 investor potensial untuk mempromosikan layanan izin investasi tiga jam. "Kemarin dengan 150 investor Korea Selatan, hari ini dengan 142 investor dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa," jelasnya.
Sementara dari asal negara, kata dia, Singapura menduduki peringkat teratas komitmen investasi yang masuk dengan nilai komitmen US$ 7,5 miliar, diikuti AS sebesar US$ 2,8 miliar, Korea Selatan US$ 280 juta, Jepang US$ 132 juta dan Malaysia US$ 105 juta. "Dari 10 negara prioritas, Singapura mencatatkan komitmen investasi terbesar, atau tumbuh 413 persen untuk periode Januari 2015 – 2016," ungkapnya.
Franky menuturkan, komitmen investasi ke 10 negara prioritas naik 251 persen. Bila ditotal, 10 negara prioritas ini juga menyumbang 91 persen dari total komitmen investasi yang masuk ke Indonesia. "Tim marketing officer BKPM ditugaskan untuk mengawal 10 negara prioritas tersebut," lanjutnya.
Sedangkan terkait sektor, Franky menggarisbawahi kenaikan di industri manufaktur. Komitmen investasi di sektor manufaktur sebesar Rp 90 triliun atau tumbuh 164 persen dibandingkan periode sebelumnya. "Komitmen industri manufaktur tersebut porsinya 43% dari total investasi yang masuk di seluruh sektor," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




