Laba Bersih Toyota Capai US$ 16 M
Jumat, 5 Februari 2016 | 20:39 WIB
Tokyo – Meski angka penjulan di sebagian besar wilayah turun, namun Toyota Motor Corporation (Corp.) menyampaikan bahwa laba bersihnya selama sembilan bulan melonjak hampir 10% menjadi 1,9 triliun yen atau US$ 16 miliar, Jumat (5/2). Produsen mobil terkemuka di dunia ini juga fokus menekan produktivitas pabrik.
Dengan lonjakan laba bersih yang diperolehnya maka produsen Corolla dan Prius ini sedikit menaikkan perkiraan laba di tahun fiskalnya menjadi 2,27 triliun yen. Akan tetapi, unit penjualannya di sebagain besar wilayah mengalami penurunan, termasuk di Eropa dan Jepang, sedangkan penjualannya di Amerika Utara naik.
Wilayah tersebut terus bertahan dengan produsen mobil Jepang. Bahkan rivalnya, Honda, pekan lalu, berkata kenaikan labanya merupakan sebuah titik terang yang dapat membantu menyeimbangkan kelesuan penualan di dalam negeri.
Baik Toyota dan rivalnya di dalam negeri sama-sama memperoleh keuntungan dari pertumbuhan yang sehat di AS, di mana suku bunga rendah terbukti memberi berkah bagi para konsumen. Kendati ada kemungkinan tipis terjadi kenaikan suku bunga di tahun ini sehingga dapat meredam penjualan.
Para analis menyebutkan, lemahnya permintaan di pasar negara berkembang seperti Thailand dan Indonesia, serta rencana kenaikan pajak konsumsi di Jepang, pada tahun depan dapat menggerogoti pasar.
Sementara itu, angka penjualan di Tiongkok, pasar kendaraan terkemuka di dunia, naik sedikit. Pihak Toyota juga menambahkan ada kenaikan permintaan yang sangat kuat untuk jenis kendaraan sport utility vehicle (SVU) RAV4 di Amerika Utara.
"Perlambatan berkelanjutan di negara-negara berkembang dapat mempengaruhi penjualan Toyota di luar negeri, dan ekspektasi penaikan suku bunga di Amerika Serikat akan meredam hasrat pelanggan terhadap mobil-mobil baru. Ini berpotensi pada munculnya risiko," ujar Shigeru Matsumura, analis di SMBC Friend Research Center.
Nilai tukar yen yang melemah membuat para produsen mobil Jepang relatif lebih kompetitif di luar negeri dan melambungkan nilai keuntungan balik modal di luar negeri, meskipun unitnya baru-baru ini menguat.
Di sisi lain, Toyota telah menyampaikan informasi bahwa seluruh pabrik suku cadangnya di dalam negeri akan ditutup selama seharian penuh, pekan depan. Hal ini akan menambah suspensi produk sehingga ditetapkan menjadi yang terpanjang sejak bencana gempa dan tsunami, pada Maret 2011.
Toyota terpaksa mengambil langkah penutupan karena kekurangan komponen menyusul ledakan yang dialami salah satu pemasoknya. Namun masih belum jelas apalah penghentian produksi sementara akan mempengaruh hasil di kuartal saat ini.
"Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk pemulihan prouksi dengan cepat," kata Managing Officer Totota, Tetsuya Otake dalam konferensi pers.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




