ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Di Depan Presiden, Gubernur NTB Protes Kinerja Bulog

Selasa, 9 Februari 2016 | 17:34 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Presiden Joko Widodo (tengah) disambut Gubernur NTB, M Zainul Majdi (kiri) dan Ketua Umum PWI Pusat yang juga Penanggung Jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2016, Margiono (kanan) saat tiba di lokasi acara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kawasan KEK Mandalika Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa 9 Februari 2016.
Presiden Joko Widodo (tengah) disambut Gubernur NTB, M Zainul Majdi (kiri) dan Ketua Umum PWI Pusat yang juga Penanggung Jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2016, Margiono (kanan) saat tiba di lokasi acara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kawasan KEK Mandalika Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa 9 Februari 2016. (Antara)

Lombok - Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi secara langsung melontarkan protes atas kinerja Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB yang dianggap tidak memuaskan.

Menurut Zainul, Bulog tidak mampu menyerap produksi gabah kering yang dihasilkan oleh petani lokal. Tetapi, pemerintah di awal tahun malah memutuskan melakukan impor beras dari luar negeri.

Padahal, ungkapnya, produksi beras di NTB bisa mencapai 1,3 juta ton. Dengan perincian 700.000 ton untuk konsumsi lokal dan 600.000 ton untuk diserap secara nasional.

"Problemnya Bulog belum menyerap hasil pertanian di NTB," kata Zainul dalam sambutannya di Hari Pers Nasional (HPN) 2016, di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2).

ADVERTISEMENT

Demikian juga, ungkap Zainul, Bulog tak mampu menyerap hasil panen jagung NTB yang sangat berlimpah. Padahal, meningkat 26 persen di tahun 2015.

Namun tahun ini, Bulog dikabarkan hendak akan mengimpor jagung dengam harga Rp 3.000 per kilogram.

Oleh karena itu, Zainul mengaku kecewa atas ketidakmampuan Bulog menyerap hasil pertanian lokal.

"Kalau dulu (hasil panen jagung) dibeli Bulog, mudah-mudahan petani kami akan sejahtera. Masyarakat kami banyak mengeluhkan saat panen raya jagung, harga turun sampai Rp 1.600 per kilogram. Kalau saja dibeli Rp 3.000 untuk petani dalam negeri pasti sejahtera," tegas Zainul.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon