Pemerintah Lamban Respon Keluhan Peternak
Senin, 7 Maret 2016 | 20:30 WIB
Jakarta- Pengamat ekonomi pertanian Indef Bustanul Arifin mengatakan, memburuknya perunggasan saat ini merupakan kelambanan pemerintah dalam merespon keluhan yang disampaikan peternak dan dunia usaha.
"Lanjutkan saja afkir dini itu, sebab tidak ada solusi, kalau tidak dilanjutkan ini korban politik, kalau tidak (afkir) siapa yang berani jamin peternak bertahan," kata dia.
Untuk mengungkap dugaan adanya kartel di lapangan, guru besar pertanian Unversitas Lampung ini berharap, proses persidangan yang dilakukan KPPU tetap berjalan, namun pemerintah segera membuat solusi jangka pendek untuk menyelamatkan nasib peternak mandiri nasional. "Persidangan silahkan lanjutkan, namun solusi harus tetap dilanjutkan, masa orang rugi tidak diberikan solusi," ucapnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno mengatakan, proses afkir dini yang direncanakan pemerintah merupakan hasil rumusan panjang yang disampaikan kalangan peternak dan pelaku usaha sektor unggas nasional. "Awalnya sebelum saya jadi Dirjen pertemuan sudah dilakukan belasan kali namun hasilnya dedlock, ketika saya jadi Dirjen kurang lebih ada pertemuan sekitar dua tiga kali, kemudian saya pelajari, dan kelebihan over suplai, mereka berteriak satu-satunya jalan untuk menekan itu hanya dilakukan afkir dini, saya secara teknis tidak mengerti, namun mereka semua pengusaha mengharapkan afkir dini untuk mengurangi OP, kalau saya tidak mengikuti dan itu benar ya bagaimana lagi, saya hanya menjawab keluhan peternak kecil agar terjawab," ujarnya.
Pemerintah berharap dengan upaya itu, gonjang-ganjing mengenai harga segera teratasi. "Saya udah laporkan juga ke pak Menteri, dan itu dilakukan untuk jangka pendek, saya sudah minta kepada KPPU melanjutkan afkir dini tapi belum di bahas, sebab untuk saat ini itu (afkir) paling benar, kedua operasi pasar kita beli harga ayam yang lebih tinggi kepada peternak agar kerugiannya terkantrol, wong faktanya demikian banyak peternak yang rugi," papar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




