Menkeu: Pusat Logistik Berikat Tingkatkan Daya Saing
Kamis, 10 Maret 2016 | 09:43 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro optimistis pengoperasian Pusat Logistik Berikat (PLB) dapat meningkatkan daya saing serta menekan biaya logistik di Indonesia.
Selama ini, industri di Indonesia sangat tergantung pada impor bahan baku dari Singapura dan Malaysia.
"Pusat Logistik Berikat yang selama ini berada di Singapura dan Malaysia, kami harapkan dapat merapat ke Indonesia," kata Menkeu pada peresmian Pusat Logistik Berikat di PT Cipta Krida Bahari (CKB) di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (10/3).
Menkeu mengatakan, keberadaan PLB sebagai bagian dari implementasi Paket Kebijakan Ekonomi II, dapat mengurangi dwelling time di pelabuhan.
"Banyak sekali manfaat. Dan, yang penting dapat membuka ruang bisnis,"
Sebanyak 11 perusahaan akan memanfaatkan kawasan PLB, terdiri atas PT Cipta Krida Bahari (Supporting Industri Migas dan Pertambangan), PT Petrosea Tbk (Supporting Industri Migas dan Pertambangan), PT Pelabuhan (Supporting Industri Migas dan Pertambangan), PT Kamadjaja Logistics (Supporting Industri Makanan dan Minuman),
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Supporting Industri Otomotif), dan PT Agility International (Supporting Industri Personal Car/Home Care),
PT Gerbang Teknologi Cikarang/Cikarang Dry Port (Supporting Industri Tekstil/Kapas), PT Dunia Express (Supporting Industri Tekstil/Kapas), PT Khrisna Cargo (IKM),PT Vopak Terminal Merak (Supporting Industri Tekstil Sintetis/Bahan Kimia), dan PT Dahana Persero (Supporting Industri Migas dan Pertambangan/Bahan Peledak).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




