Dua Perusahaan Multifinance Masih Minati IPO
Minggu, 1 Mei 2016 | 16:50 WIB
Jakarta– PT Bentara Sinergies Multifinance (Bess Finance) dan PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance) menyatakan masih berminat melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebagai upaya meningkatkan permodalan. Aksi tersebut sempat tertunda beberapa waktu lalu karena pasar kendaraan maupun pembiayaan industri multifinance tertekan.
Presiden Direktur Bess Finance Anta Winarta mengatakan, ada dua aksi korporasi yang tengah dipersiapkan perseroan. Salah satunya keinginan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun, rencana tersebut sempat dicanangkan tahun lalu, tapi tertunda. "Kami yang utama (masih) ingin melakukan IPO, tapi di sisi lain perseroan juga dalam tahap penjajakan dengan mitra strategis. Saya belum dapat mengungkapkan lebih detail. Nanti ya, kalau semua sudah ada titik terang," ujar Anta ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Seperti halnya Bess Finance, Andalan Finance juga berencana IPO dalam rencana jangka panjang 3-5 tahun ke depan sejak tahun 2014. Menurut Presiden Direktur Andalan Finance Sebastianus Harno Budi, multifinance yang fokus terhadap pembiayaan mobil bekas (used car) berniat melepas saham dan menjalin kerja sama dengan mitra strategis. Dia menegaskan, besaran saham yang siap dilepas hanya di bawah 30 persen dar total saham Andalan Finance.
"Calon mitra strategis kami bisa berasal dari perusahaan modal ventura (venture capital), investor luar negeri, maupun bank. Penjajakan dengan mereka sudah kami lakukan sejak tahun 2014," papar Sebastianus.
Meski aksi melepas saham kepada mitra strategis lebih cepat dibanding IPO, ia menyadari, rencana memiliki mitra masih dikajian hingga 1-2 tahun depan. "Pasalnya, market lagi turun sehingga berdampak terhadap pricing. Itu membuat nilai jual (perusahaan multifinance) belum menarik," ungkap dia.
Sepanjang tahun ini, Andalan Finance menyasar kenaikan pembiayaan baru (new booking) sebesar 15 persen secara year on year (yoy). Target tersebut setara dengan Rp 3,2 triliun hingga akhir 2016.
Sementara Bess Finance akan fokus meraih pembiayaan baru sebesar Rp 2 triliun pada tahun ini. Sepanjang tahun 2016, kami akan konsentrasi dengan pembiayaan di motor, mobil, UKM (usaha kecil dan menengah), serta umrah maupun operating lease. Harapan perseroan, dengan produk yang kami miliki dapat membuat Bess Finance mencapai target new booking yang Rp 2 triliun," ujar Anta.
Selain kedua perusahaan multifinance tersebut terdapat tiga perusahaan pembiayaan lain yang menjajaki mitra strategis baru. Mereka adalah PT Bima Finance, PT Verena Multifinance Tbk (Verena) dan PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif Cicilan Syariah).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




