ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemnaker akan Cetak 600 Barista Profesional

Senin, 3 Oktober 2016 | 17:28 WIB
TM
B
Penulis: Tri Murti | Editor: B1
Gerai Kopi Rakyat yang terletak di Horizon Broadway M6/10, The Icon BSD City.
Gerai Kopi Rakyat yang terletak di Horizon Broadway M6/10, The Icon BSD City. (dok PR)

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar pelatihan pengembangan wirausaha pengolahan produk kopi dan bimbingan (workshop) bagi 600 peracik kopi (barista) di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK & PKK) Lembang, Bandung Jawa Barat.

"Produk olahan kopi makin berkembang dan digemari masyarakat. Oleh karena itu Pemerintah terus mengembangkan aspek kewirausahaan dan bimbingan barista agar terus berkembang secara profesional," kata Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Hery Sudarmanto pernyataan tertulisnya, Senin (3/10).

Hery meresmikan Wirausaha East Indische Koffie dan Workshop Barista di BBPK dan PKK Lembang, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (1/10) bertepatan dengan perayaan Hari Kopi Sedunia yang diperingati setiap 1 Oktober.

Melalui Kemnaker, kata Hery, pihaknya terus meng-upgrade berbagai aspek pelatihan kewirausahaan, agar calon wirausahaan yang mengikuti pelatihan terus berkembang dan kompetitif dengan perkembangan dunia usaha dan industri.

ADVERTISEMENT

"Program ini merupakan variasi model dan inovasi baru dalam menciptakan perluasan usaha kerja bagi masyarakat dan mengembangkan wirausaha di masyarakat yang pada akhirnya akan mampu mengurangi pengangguran," kata Hery.

Menurut Hery, produksi kopi melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani kopi, pengolah kopi, jasa packaging, jasa distribusi, hingga sektor penjualan kopi di pasar dan kafe. Masing-masing sektor juga harus memperhatikan hal ihwal kompetensi dan produktivitasnya. Itu diperlukan agar kualitas produksi kopi tersebut dapat terjaga.

Oleh karena itu, lanjut Hery, berbagai aspek program pelatihan barista di BBPK dan PKK Lembang sudah didesain sebaik mungkin agar berdaya saing. Di antaranya adalah kurikulum yang telah disesuaikan dengan standar profesi barista.

"Kurikulum setiap sesi pelatihan yang diberikan mengacu pada standar kompetensi lembaga sertifikasi profesi barista sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja Indonesia," kata Hery.

Rencananya, melalui sekolah barista nasional ini, Kemnaker akan melatih 600 tenaga kerja yang akan diproyeksikan sebagai barista profesional yang siap bekerja ataupun mengembangkan wirausaha secara mandiri.









Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

May Day 2026, Tak Ada Aksi Buruh di Kantor Kemenaker Jakarta

May Day 2026, Tak Ada Aksi Buruh di Kantor Kemenaker Jakarta

EKONOMI
BNI–Kemnaker Perkuat Pengembangan Talenta Muda, Serap 4.103 Peserta Program Pemagangan

BNI–Kemnaker Perkuat Pengembangan Talenta Muda, Serap 4.103 Peserta Program Pemagangan

EKONOMI
15.000 Peserta Mulai Magang Hari Ini, Dapat Uang Saku Setara UMP

15.000 Peserta Mulai Magang Hari Ini, Dapat Uang Saku Setara UMP

EKONOMI
Telkom Dukung Kemnaker Siapkan Program Magang Digital untuk Lulusan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

Telkom Dukung Kemnaker Siapkan Program Magang Digital untuk Lulusan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

EKONOMI
Program Magang Dibayar, 500 Perusahaan Siap Terima 10.000 Lulusan Baru

Program Magang Dibayar, 500 Perusahaan Siap Terima 10.000 Lulusan Baru

EKONOMI
Kemnaker Siapkan Strategi Bangun SDM untuk Tingkatkan Ekonomi Hijau

Kemnaker Siapkan Strategi Bangun SDM untuk Tingkatkan Ekonomi Hijau

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon