ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Penutupan Grasberg, Karyawan Freeport Tuntut Bonus

Senin, 3 Oktober 2016 | 18:26 WIB
RP
YD
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: YUD
Ilustrasi Tambang PT Freeport.
Ilustrasi Tambang PT Freeport. (Mining Global)

Jakarta - ‎Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menerima laporan dari PT Freeport Indonesia terkait aksi mogok karyawan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Karyawan Freeport menuntut bonus jelang ditutupnya tambang terbuka Grasberg di 2017.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari Freeport terkait situasi di Papua. Aksi mogok tersebut berlangsung sejak 28 September kemarin.

"Sudah ada laporan soal itu dan sedang diatasi," kata Bambang di Jakarta, Senin (3/10).

Bambang tidak spesifik menjelaskan tuntutan dari karyawan Freeport. Namun dia hanya menyebut karyawan tersebut menginginkan bonus mengingat tambang Grasberg segera tutup di 2017.

ADVERTISEMENT

"Tambang Grasberg kan mau tutup dan mereka minta bonus," ujarnya.

Dikatakannya produksi Freeport tidak terkena imbas dari aksi mogok tersebut. Pasalnya pasokan bijih tembaga disuplai oleh tambang bawah tanah. "Produksi di cover dari underground," ujarnya.

Produksi Freeport saat ini sekitar 70 persen berasal dari Grasberg. Sedangkan 30 persen sisanya dipasok dari tambang bawah tanah. Freeport menutup Grasberg di 2017 lantaran cadangan tembaga di tambang tersebut sudah habis.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon