Jokowi: Potensi Panas Bumi Masih Besar, Perlu Dikerjakan
Selasa, 27 Desember 2016 | 11:32 WIB
Minahasa- Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (27/12) meresmikan pengoperasian tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) senilai US$ 532,07 juta atau Rp 6,18 triliun. Ketiga proyek tersebut adalah PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW senilai US$ 282,07 juta serta PLTP Ulubelu unit 2 dengan kapasitas 1 x 55 MW senilai US$ 250 juta.
"Potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi ada 29.000 Mega Watt (MW) yang dikerjakan sekarang baru 5 persen. Masih kecil sekali. Potensi sisanya yang 95 persen perlu dikerjakan," kata Presiden Jokowi pada peresmian PLTP Lahendong Unit 5 dan Unit 6 di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (27/12).
Presiden mengatakan target pemerintah adalah membangun PLTP sebesar 7.500 MW hingga tahun 2025. "Kita akan bangun karena potensinya ada," kata Presiden Jokowi.
Proyek-proyek yang diresmikan Presiden Jokowi terdiri atas PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW di Tompaso, Sulawesi Utara. Proyek senilai US$ 282,07 juta atau Rp 3,3 triliun tersebut mulai dikerjakan sejak 5 Juli 2015 dengan target penyelesaian masing-masing Desember 2016 dan Juni 2017. Namun realisasinya lebih cepat tiga bulan untuk unit 5 dan lebih cepat enam bulan untuk unit 6.
Pembangkit yang menggunakan pendanaan (subsidiary loan agreement) Bank Dunia melalui pemerintah Indonesia ini akan menambah kapasitas pembangkit area Lahendong sebanyak 120 MW dan memenuhi kebutuhan 240.000 kepala keluarga di Minahasa. Selain itu, proyek panas bumi ini menyerap 1.800 tenaga kerja.
Sementara PLTP Ulubelu Unit 3 di Lembah Rendingan dan Gunung Tanggamus, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menyerap 3.000 tenaga kerja sekaligus mampu memenuhi kebutuhan 440.000 kepala keluarga melalui transmisi pembangkit listrik di Lampung dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 50,89 persen.
"Presiden Joko Widodo telah melakukan ground breaking ketiga proyek PLTP dan Bapak Presiden memimpin langsung peresmian pengoperasian ketiganya. Pertamina selaku induk usaha Pertamina Geothermal Energy memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang berhasil membuktikan kompetensi utamanya dengan menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal sehingga membantu pemerintah dalam memperluas layanan listrik untuk masyarakat," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
Dwi Soetjipto mengatakan proyek infrastruktur energi yang dibangun Pertamina diharapkan dapat memberikan efek berganda terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, seperti terbukanya lapangan kerja selama proyek, tumbuhnya industri baru serta mendorong pemanfaatan energi bersih.
Pertamina menargetkan penambahan kapasitas pembangkitan panas bumi sebesar 1.037 MW pada 2021. Selain ketiga proyek yang diresmikan hari ini, Pertamina juga memaparkan progres proyek-proyek PLTP lainnya antara lain Karaha Unit 1 dengan kapasitas 1x55 MW yang saat ini sudah mencapai 91 persen, atau akan selesai pada Mei 2017.
Kemudian Lumut Balai Unit 1 & 2 berkapasitas 2x55 MW dengan progres proyek mencapai 71 persen. Sementara proyek Hululais 1 berkapasitas 1x55 MW dan Kerinci Unit 1 kapasitas 1x55 MW dimana masing-masing proyek telah berjalan 67 dan 43 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




