ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi: Potensi Panas Bumi Masih Besar, Perlu Dikerjakan

Selasa, 27 Desember 2016 | 11:32 WIB
NL
WP
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: WBP
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di distrik 1-4 Lahendong, Sulawesi Utara, 30 Maret 2016. Pembangkit listrik yang memanfaatkan panas bumi di Lahendong tersebut mampu menghasilkan daya listrik sebesar 2x20 Mega Watt untuk jaringan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. FOTO: BeritaSatu Photo/Danung Arifin
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di distrik 1-4 Lahendong, Sulawesi Utara, 30 Maret 2016. Pembangkit listrik yang memanfaatkan panas bumi di Lahendong tersebut mampu menghasilkan daya listrik sebesar 2x20 Mega Watt untuk jaringan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. FOTO: BeritaSatu Photo/Danung Arifin

Minahasa- Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (27/12) meresmikan pengoperasian tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) senilai US$ 532,07 juta atau Rp 6,18 triliun. Ketiga proyek tersebut adalah PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW senilai US$ 282,07 juta serta PLTP Ulubelu unit 2 dengan kapasitas 1 x 55 MW senilai US$ 250 juta.

"Potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi ada 29.000 Mega Watt (MW) yang dikerjakan sekarang baru 5 persen. Masih kecil sekali. Potensi sisanya yang 95 persen perlu dikerjakan," kata Presiden Jokowi pada peresmian PLTP Lahendong Unit 5 dan Unit 6 di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (27/12).

Presiden mengatakan target pemerintah adalah membangun PLTP sebesar 7.500 MW hingga tahun 2025. "Kita akan bangun karena potensinya ada," kata Presiden Jokowi.

Proyek-proyek yang diresmikan Presiden Jokowi terdiri atas PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW di Tompaso, Sulawesi Utara. Proyek senilai US$ 282,07 juta atau Rp 3,3 triliun tersebut mulai dikerjakan sejak 5 Juli 2015 dengan target penyelesaian masing-masing Desember 2016 dan Juni 2017. Namun realisasinya lebih cepat tiga bulan untuk unit 5 dan lebih cepat enam bulan untuk unit 6.

ADVERTISEMENT

Pembangkit yang menggunakan pendanaan (subsidiary loan agreement) Bank Dunia melalui pemerintah Indonesia ini akan menambah kapasitas pembangkit area Lahendong sebanyak 120 MW dan memenuhi kebutuhan 240.000 kepala keluarga di M‎inahasa. Selain itu, proyek panas bumi ini menyerap 1.800 tenaga kerja.

Sementara PLTP Ulubelu Unit 3 di Lembah Rendingan dan Gunung Tanggamus, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menyerap 3.000 tenaga kerja sekaligus mampu memenuhi kebutuhan 440.000 kepala keluarga melalui transmisi pembangkit listrik di Lampung dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 50,89 persen.

"Presiden Joko Widodo telah melakukan ground breaking ketiga proyek PLTP dan Bapak Presiden memimpin langsung peresmian pengoperasian ketiganya. Pertamina selaku induk usaha Pertamina Geothermal Energy memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang berhasil membuktikan kompetensi utamanya dengan menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal sehingga membantu pemerintah dalam memperluas layanan listrik untuk masyarakat," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

Dwi Soetjipto mengatakan proyek infrastruktur energi yang dibangun Pertamina diharapkan dapat memberikan efek berganda terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, seperti terbukanya lapangan kerja selama proyek, tumbuhnya industri baru serta mendorong pemanfaatan energi bersih.

Pertamina menargetkan penambahan kapasitas pembangkitan panas bumi sebesar 1.037 MW pada 2021. Selain ketiga proyek yang diresmikan hari ini, Pertamina juga memaparkan progres proyek-proyek PLTP lainnya antara lain Karaha Unit 1 dengan kapasitas 1x55 MW yang saat ini sudah mencapai 91 persen, atau akan selesai pada Mei 2017.

Kemudian Lumut Balai Unit 1 & 2 berkapasitas 2x55 MW dengan progres proyek mencapai 71 persen. Sementara proyek Hululais 1 berkapasitas 1x55 MW dan Kerinci Unit 1 kapasitas 1x55 MW dimana masing-masing proyek telah berjalan 67 dan 43 persen.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dorong Pengembangan Energi Hijau, Pemda Bengkulu Dukung PLN Kembangkan PLTP Hululais dan Kepahiang

Dorong Pengembangan Energi Hijau, Pemda Bengkulu Dukung PLN Kembangkan PLTP Hululais dan Kepahiang

EKONOMI
Cuaca Buruk, Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan secara Daring

Cuaca Buruk, Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan secara Daring

EKONOMI
Bahlil: Proyek EBT di 15 Provinsi Gaet Investasi Rp 25 Triliun

Bahlil: Proyek EBT di 15 Provinsi Gaet Investasi Rp 25 Triliun

EKONOMI
Daftar PLTP-PLTS di 15 Provinsi yang Baru Diresmikan Prabowo

Daftar PLTP-PLTS di 15 Provinsi yang Baru Diresmikan Prabowo

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon