ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Properti Singapura dan Australia Diburu Milyuner Indonesia

Rabu, 11 April 2012 | 15:31 WIB
IH
B
Ilustrasi properti
Ilustrasi properti (JG/Afriadi Hikmal)

Selain dua negara tersebut, orang Indonesia juga membeli properti di Malaysia, London, dan negara di Asia Pasifik

Orang-orang kaya asal Indonesia banyak mengincar properti di Singapura dan Australia. Dua negara itu dipilih lantaran adanya kepastian keamanan dan kemudahan dalam membeli properti serta kepastian investasi.

Senior Research Manager Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji mengatakan, selain dua negara tersebut, orang Indonesia juga membeli properti di Malaysia, London, dan negara di Asia Pasifik.

"Namun untuk Singapura dan  Australia pasarnya sekitar 50 sampai 60 persen dan sisanya negara-negara lain," kata dia di Jakarta, hari ini.

Dari data lembaga konsultan  properti ini, pada tahun 2009, Indonesia menempati posisi kedua setelah  Malaysia yang membeli properti di Singapura. Sedangkan di tahun 2010 dan 2011, posisi Indonesia turun ke tiga di bawah Tiongkok dan Malaysia.

"Pembeli properti asing di Singapura tercatat mencapai sekitar 1.714 unit pada tahun lalu, naik dari 430 unit di 2000," katanya.

Menurut Hasan, pembelian properti di Singapuran ataupun di Austrlia lebih jelas dan ada kepastian terbangun. Sebab, pembangunan properti tergantung  pembayaran.

"Di sana jika bayar sekian, berarti bangun sampai dua tingkat, dan begitu seterusnya, sehingga ada kepastian terbangun," papar dia.

Presiden FIABCI Asia Pasifik Teguh Satria sebelumnya mengemukakan, sekitar 50 persen orang Indonesia adalah pembeli properti di Singapura. Alasan orang Indonesia membeli di negeri itu lantaran memberikan kepastian hukum, kenyamanan tinggal, dan jangka waktu kepemilikan sampai 90 tahun.

Dia mengungkapkan, umumnya jenis properti yang dibeli orang-orang Indonesia adalah apartemen untuk kepentingan investasi dan menyediakan hunian bagi anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

"Harganya sudah cukup tinggi karena terbatas, 10-11 kali lipat, di sini lebih murah. Kalau beli 1 meter di Singapura, kalau di sini bisa beli 10 meter. Atau beli 1 apartemen di Singapura bisa beli 10 apartemen di Indonesia," katanya.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masuk secara Ilegal, 10 WN Banglades Terlibat Kasus Penyekapan di Bali

Masuk secara Ilegal, 10 WN Banglades Terlibat Kasus Penyekapan di Bali

BALI
Australia Mulai Kurangi Insentif Pajak Mobil Listrik

Australia Mulai Kurangi Insentif Pajak Mobil Listrik

OTOTEKNO
Bahan Premium Australia Jadi Sorotan pada Event Kuliner Jakarta

Bahan Premium Australia Jadi Sorotan pada Event Kuliner Jakarta

LIFESTYLE
Australia Perpanjang Kebijakan BBM Imbas Gangguan Pasokan Global

Australia Perpanjang Kebijakan BBM Imbas Gangguan Pasokan Global

EKONOMI
Kronologi Anthony Albanese Dicemooh dan Diusir dari Masjid Lakemba

Kronologi Anthony Albanese Dicemooh dan Diusir dari Masjid Lakemba

INTERNASIONAL
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan BBM di Australia

Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan BBM di Australia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon